Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menutup lahan parkir yang dikelola pihak swasta di samping restoran Jalan Tunjungan. Adapun sejumlah alasan sampai ditutup, mulai dari tarif tak sesuai sampai tidak mengantongi izin.
Eri mendatangi lokasi tersebut pada Sabtu (4/7) malam usai mendapat banyak laporan di hotline dari warga soal berbagai masalah parkir, mulai dari barang hilang hingga masih bayar tunai dengan tarif lebih mahal. Malam itu juga dia meminta untuk ditutup setelah mengetahui fakta-fakta.
"Ini yang punya siapa sih, satu perusahaan yang punya ini? Siapa yang izinkan buka parkir di sini?," tanya Eri kepada laki-laki yang mengaku sebagai petugas di lokasi parkir itu dalam video yang dilihat detikJatim, Rabu (8/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas tersebut mengaku bahwa lahan parkir itu untuk karyawan toko. Dia juga menunjukkan kepada Eri bahwa ada karyawan yang parkir di sana dan ditagih uang parkir.
Eri mengatakan kepada petugas tersebut, bila banyak laporan yang masuk ke dia, khususnya kehilangan barang. Eri pun merasa pemkot menjadi sasaran yang disalahkan, karena dikira parkir dikelola Pemkot Surabaya, padahal lahan tersebut milik swasta.
Ia juga menanyakan Qris untuk pembayaran parkir non tunai tidak bisa ditunjukkan. Lalu menjumpai seseorang yang parkir di sana dan ternyata pengunjung, bukan karyawan toko.
"Qrismu mana? Mene tutup ae, tutup lawange. Tutup sudah," tegasnya.
"Karyawan opo pengunjung (tanya Eri kepada seseorang yang hendak mengambil kendaraan terparkir di sana)? 'Pengunjung (jawabnya)'. Pengunjung to. Ngunu ngomong karyawan," tambahnya.
Ternyata, lahan parkir tersebut izinnya sejak 2024. Kemudian sudah 4 bulan nunggak, sudah diberi peringati satu, dua, hingga sudah dilakukan penertiban untuk ditutup penyelenggaraan parkir.
Eri juga menjumpai tulisan tarif parkir Rp 10 ribu untuk mobil dan Rp 5 ribu untuk motor.
Ia pun memberi ultimatum kepada pemilik usaha harus mengantongi izin parkir. Jika tidak, maka langsung dicabut izin usahanya.
"Kalau nggak ada izinnya langsung tutupen, itu harga dirimu pak, pemkot. Ini kalau kalian layangkan peringatan satu, dua, berarti orang pemkot yang dolanan. Awakmu dolanan ga? Anak buahmu dolanan t ga?," tegasnya.
(auh/dpe)
