Setelah Lebaran Idul Fitri, sebagian masyarakat di Jawa Timur bersiap merayakan Lebaran Ketupat. Sesuai namanya, di momen ini masyarakat membuat menu makanan ketupat untuk dinikmati bersama keluarga, sanak saudara dan tetangga.
Menjelang Lebaran Ketupat yang dirayakan seminggu atau 7 hari setelah Hari Raya Idul Fitri, masyarakat berburu janur kelapa muda untuk membuat cangkang ketupat. Banyak juga yang tidak mau repot dan langsung membeli cangkang ketupat.
Hal ini menjadi berkah bagi penjual janur dan cangkang ketupat. Di Pasar Besar Kota Pasuruan, warga mulai berburu janur dan cangkang ketupat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjual janur ketupat di Pasuruan Foto: Muhajir Arifin/detikJatim |
"Sudah banyak yang beli janur dan (cangkang) ketupat," kata Musrifah, salah satu penjual, Kamis (26/3/2026).
Musrifah mulai berjualan sejak subuh. Ia mampu menjual ratusan ikat janur dan cangkang ketupat.
"Pokoknya omsetnya sekitar Rp 3 juta sehari," terangnya.
Harga satu ikat janur Rp 10 ribu. Sedangkan satu ikat cangkang berisi 10 biji dijual Rp 12 ribu.
Musdalifah, seorang pembeli mengatakan, Lebaran Ketupat pada 8 Syawal merupakan momen silaturahmi sanak saudara. Ketupat dihidangkan saat momen tersebut.
"Banyak sanak saudara yang bersilaturahmi. Jadi bisa makan bareng-bareng," katanya.
(hil/hil)

