Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mewanti-wanti oknum yang nekat memainkan harga LPG di Jatim. Emil meminta harga elpiji dijual sesuai harga yang ditentukan oleh pemerintah.
"Sebenarnya kan harusnya harga elpiji ini diatur ya, elpiji 3 kg ya. elpiji 3 kg itu kan diatur. Jadi kalau mulai itu artinya ada tindakan-tindakan yang tidak tidak sesuai dengan aturan gitu kalau sampai ada margin yang berlebih," kata Emil di Surabaya, Kamis (26/3/2026).
Emil menyebut harga elpiji seharusnya tidak naik di pasaran dengan alasan apapun, terutama alasan kenaikan ongkos. Sebab, harga BBM, terutama yang subsidi masih stabil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, makanya toh harga BBM belum naik misalnya terus dia bilang ongkos angkutnya," terangnya.
Emil mewanti-wanti tidak ada permainan harga yang dilakukan para oknum. Ia juga meminta warga aktif melaporkan ke pemerintah setempat apabila ada temuan elpiji naik tidak wajar.
"Jadi, ada yang memanfaatkan kepanikan atau memanfaatkan kondisi stok yang ada sekarang ini dikaitkan dengan kenaikan harga. Nah, ini salah satunya kami cek," ujarnya.
"Kalau kami laporan yang masuk pertama sekarang ini tadi ada kekhawatiran mengenai stok ya. Nah, kalau masalah harga kita akan pastikan lagi setelah ini," tandasnya.
Diketahui, harga elpiji di Banyuwangi sempat menembus angka Rp 45 Ribu pada awal Lebaran 2026. Selain itu, elpiji sempat dikabarkan langka di sejumlah titik Jatim.
(auh/dpe)