Jelang Lebaran Ketupat, Pedagang Janur Lamongan Keluhkan Sepinya Pembeli

Jelang Lebaran Ketupat, Pedagang Janur Lamongan Keluhkan Sepinya Pembeli

Eko Sudjarwo - detikJatim
Jumat, 27 Mar 2026 13:45 WIB
Penjual janur di Pasar Sukoharjo Lamongan
Penjual janur di Pasar Sukoharjo Lamongan/Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim
Lamongan -

Menjelang tradisi Lebaran Ketupat, pedagang janur musiman mulai memadati kawasan Pasar Sidoharjo, Lamongan. Meski stok melimpah, para pedagang mengaku penjualan tahun ini terasa lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pantauan di lokasi, ratusan pedagang janur dari berbagai daerah berdatangan membawa ribuan lembar daun kelapa muda ke pasar terbesar di Kota Lamongan tersebut. Mereka menggelar dagangan di berbagai sudut pasar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang akan merayakan Lebaran Ketupat.

"Harga sekarang sekitar Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu per ikat, tergantung ukuran," ujar Cihong, salah satu pedagang janur di Pasar Sidoharjo Lamongan, Jumat (27/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga tersebut, kata Cihong, bahkan lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Para pedagang pun berharap lonjakan pembeli terjadi pada puncak permintaan menjelang hari pelaksanaan tradisi, yakni H-1 Lebaran Ketupat.

ADVERTISEMENT

"Harga ini masih lebih rendah dari tahun kemarin," ujarnya.

Namun, di balik ramainya aktivitas jual beli, kondisi ekonomi masih menjadi tantangan tersendiri bagi para pedagang musiman. Pasalnya, jumlah pembeli masih relatif sepi dan diharapkan meningkat pada H-1 Lebaran Ketupat.

"Pembeli masih sepi dibanding tahun lalu," akunya.

Sejumlah pedagang bahkan telah menyiapkan stok dalam jumlah besar. Dalam satu lapak, stok janur bisa mencapai lebih dari 100 ikat besar atau bongkok untuk mengantisipasi lonjakan pembeli yang biasanya terjadi pada sore hari.

Di sisi lain, pola belanja masyarakat juga mengalami perubahan. Sebagian warga kini lebih memilih membeli janur dalam bentuk lembaran dibandingkan ketupat jadi.

"Kalau beli lembaran lebih hemat, bisa dianyam sendiri di rumah sama keluarga," kata Nurhidayah, salah satu pembeli.

Tradisi menganyam ketupat bersama keluarga memang masih menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Lamongan saat Lebaran Ketupat. Selain lebih ekonomis, aktivitas ini juga menjadi momen kebersamaan yang dinanti setiap tahun.

Hingga kini, Pasar Sidoharjo masih menjadi pusat distribusi utama janur di Lamongan. Para pedagang berharap dalam dua hari ke depan, perputaran ekonomi di sektor musiman ini bisa meningkat signifikan seiring mendekatnya puncak perayaan.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads