Warga Tulangan, Yulianto, terus mengembangkan kawasan pertanian miliknya yang dikenal sebagai Yulianto Garden Farm. Setelah sukses membudidayakan kelengkeng, kini ia menyiapkan pengembangan baru berupa mangga jumbo varietas Mahatir hingga perikanan gurami sebagai sarana wisata edukasi.
Yulianto mengatakan, kebun yang dikelolanya memang diarahkan bukan hanya sebagai tempat produksi hasil pertanian, tetapi juga lokasi pembelajaran bagi pelajar dari tingkat TK hingga mahasiswa.
"Konsep kami tempat ini untuk edukasi. Anak-anak sampai mahasiswa bisa belajar langsung soal pertanian dan perikanan," ujar Yulianto kepada detikJatim, Rabu (13/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, salah satu rencana jangka panjang yang tengah disiapkan adalah pembangunan rumah kaca untuk budidaya melon. Menurutnya, langkah itu dilakukan agar jenis komoditas di kebun semakin beragam dan tidak bergantung pada satu tanaman saja.
"Ke depan kami ingin bikin greenhouse khusus melon supaya tanaman di sini makin banyak variasinya," katanya.
Selain itu, di lokasi kebun saat ini sudah terdapat sekitar 10 pohon mangga dari beberapa varietas, termasuk Mangga Mahatir yang dikenal berukuran jumbo. Buah mangga jenis ini disebut bisa mencapai bobot 1,5 kilogram hingga 2 kilogram per buah, bahkan ada yang tembus 3 kilogram.
"Keunggulan Mangga Mahatir ini ukurannya besar sekali, jadi menarik buat edukasi pengunjung," jelasnya.
Untuk harga jual, mangga biasa rata-rata berada di kisaran Rp 35 ribu per buah. Sementara Mangga Mahatir bisa mencapai Rp 50 ribu per buah karena ukuran dan kualitas buahnya.
Meski bernilai ekonomis tinggi, Yulianto mengaku saat ini belum berfokus menjual hasil mangga ke pasar luas maupun secara daring. Buah tersebut lebih banyak ditawarkan langsung kepada pengunjung kebun.
"Yang utama tetap edukasi. Pengunjung bisa lihat proses tanam sampai panen, lalu kalau mau beli buah segar langsung bisa," ujarnya.
Tak hanya sektor pertanian, Yulianto juga mengembangkan perikanan gurami. Ia menyebut ikan gurami sebagai "sapi air" karena masa pemeliharaannya cukup lama, sekitar satu tahun, dan pakan utamanya sayuran hijau seperti kangkung maupun talas.
"Gurami ini nilainya bagus dan harganya relatif stabil. Biasanya permintaan ramai menjelang puasa dan Lebaran," terangnya.
Saat ini tersedia satu kolam utama dan enam kolam bundar untuk budidaya gurami. Total benih yang ditebar mencapai 5.000 ekor, dengan rincian 2.000 ekor di kolam utama dan masing-masing 500 ekor di kolam bundar.
Benih berukuran 4-5 sentimeter itu diperkirakan dapat tumbuh hingga berat 700 gram sampai 1 kilogram per ekor setelah dipelihara selama satu tahun.
Untuk pemasaran, hasil panen gurami nantinya akan dijual secara daring dengan layanan pengiriman cepat di wilayah Sidoarjo. Konsumen juga bisa memilih ikan dalam kondisi sudah dibersihkan maupun sudah dibumbui siap masak.
(auh/dpe)
