Harga Kebutuhan Pokok Mahal, Pedagang Pasar di Surabaya Sambat Rawan Rugi

Harga Kebutuhan Pokok Mahal, Pedagang Pasar di Surabaya Sambat Rawan Rugi

Aprilia Devi - detikJatim
Jumat, 05 Jun 2026 20:50 WIB
Harga bahan pokok di pasar masih mahal.
Harga bahan pokok di pasar masih mahal. (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menembus level Rp18.000 menjadi perhatian. Di Surabaya, sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi pasar yang sepi di tengah kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok seperti cabai dan bawang, sehingga rawan rugi.

Pantauan detikJatim di Pasar Pucang Anom, Jumat (5/6), harga cabai rawit berada di kisaran Rp70 ribu per kilogram, sedangkan cabai besar Rp55 ribu per kilogram. Sementara bawang merah menembus Rp60 ribu per kilogram dan bawang putih Rp30 ribu per kilogram.

Pedagang sayur Rosida (51) mengaku jumlah pembeli yang datang ke pasar tradisional berkurang. Menurutnya, kondisi tersebut membuat keuntungan pedagang semakin tipis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apalagi sekarang juga banyak yang belanja online, makanya pengunjung pasar berkurang. Untungnya tipis sekali," kata Rosida kepada detikJatim, Jumat (5/6/2026).

Rosida mengaku tidak bisa memastikan penyebab sepinya pasar. Namun ia merasakan kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan naiknya harga sejumlah komoditas.

ADVERTISEMENT

"Waduh kapan untungnya. Rawan rugi juga kalau gak laku. Jadi berharap jangan naik terus harga bahan-bahan pokok," ujarnya.

Ia mencontohkan harga bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp40 ribu-Rp45 ribu per kilogram kini naik menjadi lebih dari Rp55 ribu per kilogram.

"Seminggu ini naik terus mulai Idul Adha. Bawang putih Rp30 ribu. Bawang merah sebelumnya Rp40 ribu sampai Rp45 ribu, sekarang naik lagi," katanya.

Tak hanya bawang, harga cabai besar juga mengalami kenaikan sejak Lebaran.

"Cabai besar sekarang Rp55 ribu sampai Rp65 ribu, naik sejak Lebaran. Kalau cabai rawit bisa sampai Rp70 ribu kalau barang kosong," tambahnya.

Pedagang lainnya, Tini (55), juga membenarkan harga sejumlah komoditas masih berada di level tinggi. Bahkan, bawang merah saat ini dapat mencapai Rp60 ribu per kilogram.

"Bawang merah mentok Rp60 ribu per kilogram, bawang putih Rp30 ribu," ujar Tini.

Kenaikan harga juga dirasakan pedagang bahan pokok lainnya. Ismail (40) mengatakan harga kedelai naik dari Rp12 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram dalam dua pekan terakhir.

"Kedelai sekarang Rp15 ribu per kilogram, dulu Rp12 ribu. Naiknya sekitar dua mingguan ini," katanya.

Tepung juga mengalami kenaikan yakni dari sekitar Rp12 ribu ke Rp15 ribu. Sedangkan beras, gula, dan telur masih normal. Beras sekitar Rp15 ribu per kilogram, telur Rp26 ribu, dan gula Rp17 ribu. Tahu dan tempe juga masih dijual dengan harga normal, masing-masing Rp4-5 ribu.

Sementara itu, kondisi serupa juga terlihat di Pasar Tambahrejo. Salah seorang pedagang, Umi (50), menyebut harga bawang saat ini masih mahal.

"Bawang merah sekitar Rp60 ribu dan bawang putih Rp40 ribu per kilogram," ujarnya.

Begitupun dengan cabai yang harganya sangat fluktuatif.

"Cabai rawit bisa sampai Rp90 ribu, kalau cabai merah besar Rp50 ribu," tuturnya.

Meski demikian, para pedagang belum bisa memastikan apakah kondisi ini berkaitan langsung dengan menguatnya dolar AS atau faktor lainnya. Namun harga sejumlah kebutuhan pokok terus merangkak naik.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads