Viral di media sosial kabar harga bahan pokok mengalami penurunan imbas program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditiadakan selama libur sekolah. Namun di Surabaya, kondisi harga pangan ternyata cukup fluktuatif.
Pantauan detikJatim di Pasar Wonokromo, harga sejumlah komoditas masih bergerak fluktuatif. Ada yang turun, tetapi ada pula yang justru naik.
Pedagang ayam, Agung (40), mengatakan harga ayam relatif stabil di kisaran Rp 30-31 ribu per kilogram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga ayam Rp 30-31 ribu per kilogram. Kalau stoknya melimpah ya harganya turun, tapi kalau sedikit jadi harganya naik," ujar Agung kepada detikJatim, Selasa (30/6/2026).
Sementara itu, pedagang sayur, Jum (60), mengaku sejumlah harga sayur memang berubah sejak MBG libur. Namun tetap ada beberapa yang mengalami kenaikan atau tetap fluktuatif seperti cabai dan bawang.
"Harga cabai rawit Rp 40 ribu, cabai besar Rp 30 ribu. Cabai memang fluktuatif," katanya.
Sementara bawang merah dan bawang putih kini dijual di kisaran Rp 35 ribu per kilogram. Kenaikan justru terjadi pada sayuran hijau. Bayam dan sawi yang biasanya sekitar Rp 7 ribu per ikat besar kini menjadi Rp 12 ribu, sedangkan kangkung sekitar Rp 10 ribu per ikat besar.
"MBG libur ngaruh. Tapi harga kadang besok bisa naik, juga bisa turun lagi," ujarnya.
Pedagang lain, Maya (30), juga menyebut harga sayuran masih naik turun setiap hari. Ia mengatakan bawang merah turun menjadi Rp 40 ribu per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp 50 ribu.
"Tapi kalau bawang putih jadi Rp 34-36 ribu per kilogram, sebelumnya sempat sekitar Rp 28 ribu. Cabai rawit turun jadi sekitar Rp 30 ribu per kilogram," tuturnya.
Sedangkan harga telur berada di kisaran Rp24 ribu per kilogram, beras Rp16 ribu per kilogram, dan minyak sekitar Rp22-23 ribu per liter.
Sementara itu, di Pasar Pucang Anom daging ayam dijual Rp 33 ribu per kilogram, telur ayam sekitar Rp 25 ribu per kilogram, bawang putih Rp 33 ribu per kilogram, dan bawang merah Rp 36 ribu per kilogram.
"Kalau harganya memang naik turun, gak bisa diprediksi. Apalagi sekarang kondisi pasar lagi sepi," kata salah satu pedagang, Saroh (56).
(auh/abq)
