Situs Adan-Adan di Kabupaten Kediri kembali menjadi perhatian publik setelah video lama pada saat ekskavasi viral di media sosial. Video itu ramai dibincangkan karena disertai narasi yang menyebut situs itu lebih besar dari Candi Borobudur.
Kabid Cagar Budaya dan Permuseuman Disbudpar Kabupaten Kediri, Eko Priatno menegaskan pernyataan itu disalahartikan. Menurutnya, para peneliti saat itu menyampaikan pernyataan dengan maksud berbeda tentang situs Adan-Adan.
"Yang dimaksud peneliti waktu itu bukan bangunannya lebih besar dari Borobudur, tapi luas kawasan situsnya," kata Eko kepada detikJatim, Jumat (8/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Eko, Situs Adan-Adan memiliki kemiripan dengan Borobudur dari sisi latar belakang keagamaan. Keduanya diduga adalah bangunan candi yang sama-sama bercorak Buddha.
"Ciri Buddhisnya jelas. Dan di Jawa Timur, candi berlatar agama Buddha itu sangat jarang," ujarnya.
Namun, dia menyebutkan bahwa struktur dan ornamen di Adan-Adan justru memiliki karakter berbeda dibandingkan dengan Borobudur. Ukiran di situs Adan-adan lebih bersifat dekoratif, bukan relief cerita seperti yang ada di Borobudur.
"Kalau Borobudur kan penuh relief cerita, sedangkan di sini lebih dekoratif," jelasnya.
Eko mengungkapkan, kawasan Situs Adan-Adan diduga membentang cukup luas, mulai dari Dusun Candi hingga wilayah Wonorejo. Bahkan di sejumlah titik masih ditemukan struktur serupa.
"Dari sektor Dusun Candi sampai Wonorejo masih ditemukan struktur yang senada. Ke arah timur sampai perempatan juga masih ada," katanya.
Ia juga menyebutkan kemungkinan tentang adanya keterkaitan antara Situs Adan-Adan dengan Situs Tondowongso yang jaraknya sekitar 3 km meski hal ini masih membutuhkan kajian lebih lanjut.
"Sementara untuk bangunan utama candi, ukurannya diperkirakan tidak terlalu besar, sekitar 7x7 hingga 8x8 meter. Namun kompleks pendukungnya diduga cukup luas dan terdiri dari banyak ruang serta struktur bangunan lain," pungkasnya.
(auh/dpe)
