Ratusan remaja dan sepeda motor kembali diamankan dalam razia balap liar di Jalan Arteri Porong, Kabupaten Sidoarjo. Penindakan yang dilakukan Satlantas Polresta Sidoarjo ini menyasar kawasan bawah flyover Wunut hingga eks Jalan Tol Porong-Gempol, Jumat (20/2/2026) pagi, menjelang usai sahur di bulan Ramadan.
Kasat Lantas Polresta Sidoarjo, AKP Yudhi Anugrah Putra mengatakan razia digelar setelah pihaknya menerima banyak aduan masyarakat, baik melalui media sosial, call center 110, maupun laporan radio.
"Pagi ini kami melaksanakan penertiban dugaan balap liar di Porong. Kami bergerak cepat ke TKP dan mengamankan kurang lebih 300 kendaraan beserta para pengendaranya," kata Yudhi kepada detikJatim, di Jalan Arteri Porong Jumat (20/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, petugas menutup seluruh akses jalan menggunakan kendaraan besar untuk mencegah peserta maupun penonton kabur. Para remaja yang terjaring kemudian didata, sementara kendaraan diangkut ke Mapolresta Sidoarjo.
"Selanjutnya kami lakukan penegakan hukum tilang. Orang tua juga kami panggil ke Polresta untuk menjemput anaknya masing-masing," ujarnya.
Yudhi menjelaskan, sebagian besar pelaku berasal dari wilayah Sidoarjo, namun ada juga yang datang dari Surabaya dan Pasuruan, dan Mojosari. Mayoritas sepeda motor yang disita tidak sesuai spesifikasi standar, seperti penggunaan knalpot brong dan modifikasi ekstrem.
"Kendaraan akan kami cek. Jika tidak sesuai standar, wajib dikembalikan ke bentuk semula terlebih dahulu sebelum bisa diambil," tegasnya.
Ia menambahkan, razia ini dilakukan untuk mencegah kecelakaan lalu lintas serta menjawab keresahan warga yang terganggu aksi balap liar di jalur arteri Porong, yang selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi rawan.
"Kami berharap selama Ramadan tidak terjadi lagi balap liar di wilayah hukum Polresta Sidoarjo," pungkasnya.
Sobirin (65) salah satu penjual Warkop, warga Porong mengaku bahwa balap riar ini sering dilakukan oleh anak-anak remaja yang jumlahnya ratusan. Namun Sobirin tidak mengetahui pasti mereka itu berasal dari mana.
"Kemarin awal Bulan Ramadhan juga ada, tapi tidak terlalu banyak. Kalau hari banyak sekali sekitar 300 hingga 350 anak remaja yang berasal dari berbagai kota," kata Sobirin.
"Mereka di saat menggelar balap liar ini meresahkan pengendara lain. Karena saat berlangsung jalan Arteri ditutup total oleh mereka," tandas Sobirin.
(irb/dpe)
