6 Fakta Sekeluarga Jombang Diculik-Disekap gegara Utang Rokok Ilegal

6 Fakta Sekeluarga Jombang Diculik-Disekap gegara Utang Rokok Ilegal

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Kamis, 05 Mar 2026 11:30 WIB
Dua pelaku penculikan sekeluarga di Jombang ditangkap polisi
Dua pelaku penculikan sekeluarga di Jombang ditangkap polisi/Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim
Jombang -

Aksi penculikan terhadap satu keluarga di Kabupaten Jombang membuat warga Dusun Ngepeh, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro geger. Seorang pria bersama istri dan anaknya dibawa paksa oleh sekelompok orang yang datang dini hari.

Belakangan diketahui, para pelaku berasal dari Bangkalan, Madura. Polisi menyebut penculikan tersebut dipicu persoalan utang yang belum dilunasi korban kepada salah satu pelaku.

Berikut fakta-fakta penculikan sekeluarga di Jombang:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Sekeluarga Diculik Dini Hari dari Rumahnya

Peristiwa penculikan menimpa Anjar Andrianto (29) bersama istrinya Zeni Rimawati (25) dan putri mereka KAA (5) saat berada di rumahnya di Dusun Ngepeh, Desa Rejoagung, Ngoro, Jombang pada Minggu (1/3) sekitar pukul 03.00 WIB. Lima orang pelaku datang dan berusaha masuk dengan mendobrak pintu depan sebelum akhirnya menyelinap melalui pintu belakang rumah yang sedang direnovasi.

Saat berhasil masuk, para pelaku langsung menangkap ketiga korban hingga terjadi keributan di dalam rumah dan aksi kekerasan terhadap korban.

ADVERTISEMENT

"Terjadi kekerasan yang dilakukan para pelaku tersebut terhadap para korban," terangnya kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).

2. Ketua RT Sempat Mengizinkan Korban Dibawa

Saat kejadian berlangsung, kakak Zeni bernama Erni Setyowati (30) yang mengetahui penculikan itu langsung melapor kepada ketua RT setempat dengan harapan dapat mencegah para pelaku membawa keluarga tersebut. Namun salah satu pelaku menunjukkan KTP dan berjanji akan memulangkan para korban pada sore hari sehingga ketua RT sempat membolehkan mereka membawa korban.

Janji tersebut ternyata tidak ditepati hingga akhirnya keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

"Namun, para pelaku tidak memulangkan para korban sesuai janjinya. Sehingga kakak korban melapor ke Polres Jombang," jelas Dimas.

3. Korban Disekap di Rumah di Bangkalan

Setelah dibawa dari Jombang, Anjar bersama istri dan anaknya kemudian disekap di sebuah rumah di wilayah Bangkalan, Madura. Selama berada di lokasi tersebut, keluarga korban berada dalam pengawasan para pelaku.

Mereka akhirnya berhasil diselamatkan setelah menghubungi hotline kepolisian 110, meski saat petugas datang para pelaku sudah melarikan diri.

"Para pelaku menempatkan para korban di suatu rumah dan dalam pengawasan tersangka di Bangkalan," ungkap Dimas.

4. Dua Pelaku Ditangkap Polisi

Setelah korban berhasil dibebaskan, Unit Resmob Satreskrim Polres Jombang langsung memburu para pelaku yang kabur dari lokasi penyekapan. Upaya pengejaran itu membuahkan hasil dengan ditangkapnya dua pelaku pada Selasa (3/2) sekitar pukul 22.00 WIB.

Kedua pelaku yang ditangkap adalah Moh Zehri (41) warga Burneh, Bangkalan dan Bahar (29) warga Desa Bancaran, Bangkalan, sementara tiga pelaku lain masih buron.

"Bapak Kapolres sekarang juga sudah meluncur ke TKP ledakan di Batuputih," kata Widiarti.

5. Tiga Pelaku Lain Masih Buron

Selain dua pelaku yang telah ditangkap, polisi masih memburu tiga orang lainnya yang diduga terlibat langsung dalam penculikan tersebut. Mereka adalah Nur Hidayah, Sidi, dan Zainudin yang semuanya berasal dari wilayah Bangkalan.

Ketiganya diduga ikut membawa korban dari Jombang ke Bangkalan dan berperan dalam proses penyekapan keluarga tersebut sebelum akhirnya melarikan diri saat polisi datang.

6. Penculikan Dipicu Utang Rp 25 Juta

Polisi mengungkap bahwa penculikan tersebut dipicu persoalan utang antara korban Anjar dengan Nur Hidayah yang disebut sebagai otak sekaligus pelaku utama dalam kasus ini. Utang itu berkaitan dengan pengiriman rokok dari Bangkalan ke Cirebon yang kemudian bermasalah hingga menimbulkan kerugian.

Anjar sebelumnya telah membayar sebagian kerugian tersebut, namun masih memiliki sisa utang yang kemudian ditagih oleh pelaku hingga berujung penculikan.

"Kekurangan 25 juta tersebut ditagih terus oleh NH yang akhirnya NH mengajak 4 tersangka lainnya membawa paksa para korban," terangnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kronologi Kericuhan Warga vs Aparat Kepolisian di Kendari"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads