Ucapan Menyinggung Saat Pengajian Berujung Kades di Lumajang Dikeroyok

Round Up

Ucapan Menyinggung Saat Pengajian Berujung Kades di Lumajang Dikeroyok

Amir Baihaqi - detikJatim
Sabtu, 18 Apr 2026 09:03 WIB
Rekaman CCTV saat Kades Pakel, Sampurno (dilingkari merah) saat dikeroyok di kediamannya..
Rekaman CCTV saat Kades Pakel, Sampurno (dilingkari merah) saat dikeroyok di kediamannya.. (Foto: Dok. Istimewa)
Lumajang -

Kasus pengeroyokan disertai pembacokan Sampurno, kepala desa (Kades) Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Lumajang akhirnya terungkap. Sebanyak 10 orang ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan.

"Kami sudah mengamankan 10 orang pelaku pengeroyokan terhadap Kepala Desa di Lumajang," kata Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar kepada detikJatim, Sabtu (17/4/2026).

Para pelaku yang diamankan masing-masing berinisial GF, MB, MS, JP, AM, FA, MS, SP, EP, dan SJ. Mereka ditangkap di sejumlah lokasi yang berbeda, sementara beberapa di antaranya memilih menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alex menambahkan saat ini para pelaku masih diperiksa secara intensif, terutama untuk mendalami motif aksi brutal tersebut. Polisi juga mendalami keterlibatan seorang warga bernama Dani yang sempat disebut oleh korban meski tak berada di TKP.

Atas perbuatannya, ke-10 orang tersebut kini terancam mendekam di balik jeruji besi dalam waktu yang lama. Polisi menjerat mereka dengan pasal berlapis dalam aturan hukum terbaru.

ADVERTISEMENT

"Pasal yang kita terapkan kepada 10 orang yang diduga kuat sebagai pelaku pengeroyokan yaitu Pasal 262 ayat 2, kemudian Pasal 307 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023," jelas Alex.

Alex mengatakan motif peristiwa tersebut karena para pelaku tersinggung dengan ucapan, tindakan dan aksi sang kades saat acara pengajian pada Selasa (14/4) di Kecamatan Ranuyoso. Aksi kades tersebut diduga ditujukan kepada seseorang berinisial DN atau Deni.

"Pelaku kemudian saksi dan korban sendiri mengikuti acara pengajian di Kecamatan Ranuyoso. Pada saat itu pak kepala desa (Sampurno) diperhatikan diamati oleh beberapa jemaah itu mengeluarkan suara dengan intonasi yang agak keras mungkin kalimat-kalimat yang dirasa menyinggung perasaan beberapa orang," beber Alex.

Dari situ, para pelaku kemudian sempat meminta maksud perkataan dan tindakan kepala desa dengan baik-baik. Namun, sebaliknya para pelaku malah mendapat perlakuan tak baik lagi dari kepala desa.

Para pelaku itu kemudian mendatangi rumah kepala desa dengan dua unit mobil. Dari rekaman CCTV tampak kembali meminta klarifikasi kepala desa soal ucapan dan tindakannya yang menyinggung dan berujung pengeroyokan dengan tangan kosong senjata tajam dan tumpul.

"Memang menimbulkan rasa tidak nyaman dari para pelaku ini atas sikap yang dilakukan tanpa disadari Pak kepala desa sehingga terjadilah pengeroyokan dengan menggunakan beberapa alat," beber Alex.

Aksi pengeroyokan terhadap Sampurno ini sebelumnya sempat terekam kamera CCTV di rumah korban. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas bagaimana para pelaku melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap sang kepala desa.

"Saat ini sudah mengamankan beberapa senjata tajam jenis celurit. Kemudian beberapa jenis senjata tumpuk kayu juga ada keris yang dianggap digunakan pada saat melakukan pengeroyokan dan itu terkonfirmasi di CCTV," imbuhnya.

Alex menyebut, para pelaku tak semuanya mengetahui soal tindakan dan ucapan kades saat di acara pengajian tersebut. Beberapa hanya ikut-ikutan karena diajak pelaku lainnya yang hadir saat pengajian ke rumah kepala desa dan ikut mengeroyok.

"Untuk pelaku ini dikatakan suruhan ada memang, ada pelaku atas nama FA BK itu yang merasakan secara langsung pada hari selasa 14 (saat pegajian) mengetahui ketidaknyamanan atas perilaku kata-kata dan gesture kepala desa," terang Alex.

Sehingga dia mengajak beberapa rekannya termasuk orang yang tidak dikenal waktu ditemui di pasar waktu itu. kemudian mereka menjelaskan awalnya hanya ingin konfirmasi kenapa pak kepala desa ini mengeluarkan kalimat kata-kata terhadap seseorang saksi berinisial DN," imbuhnya.

Sebelumnya, warga Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Lumajang, dihebohkan dengan peristiwa pengeroyokan yang dialami sang kepala desa bernama Sampurno, yang terjadi di kediamannya sendiri, Rabu (15/4/2026) siang. Pembacokan tersebut diduga karena masalah salah paham yang terjadi sebelumnya di sebuah acara pengajian.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads