Owner Salon di Malang Beber Arogansi Inge Tak Mau Bayar Treatment Spa

Owner Salon di Malang Beber Arogansi Inge Tak Mau Bayar Treatment Spa

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 24 Apr 2026 11:30 WIB
Armi owner Viota Beauty Bar jadi korban arogansi Inge
Armi owner Viota Beauty Bar jadi korban arogansi Inge/Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim
Malang -

Aksi arogan Inge Marita (28), ibu muda yang belakangan viral karena memaki pengendara motor hingga melakukan kekerasan fisik terhadap anak SD di Mojokerto, ternyata juga menyisakan cerita pahit bagi pelaku usaha di Kota Malang.

Peristiwa itu dialami Viota Beauty Bar, sebuah salon kecantikan di Jalan Cengkeh, Kota Malang, pada 11 Maret 2026. Tempat ini menjadi saksi arogansi Inge pasca-putrinya tuntas mendapatkan layanan perawatan seharga Rp 175 ribu. Bukan malah membayar, Inge justru menyalahkan pihak salon kecantikan.

Owner Viota Beauty Bar, Armi membagikan kesaksiannya mengenai perilaku Inge yang dinilai sangat tidak menghargai orang lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat kejadian, Inge tidak hanya sekadar meluapkan emosi tanpa alasan yang jelas. Namun menciptakan kegaduhan luar biasa di tengah ruangan yang tengah ramai dengan pelanggan yang sedang menjalani perawatan.

ADVERTISEMENT

"Orang di sini saja dia juga tidak punya hati. Di ruangan ini banyak orang lagi perawatan yang mintanya tenang, tapi dia tidak peduli. Dia maki-maki sebegitunya, kata-katanya diulang-ulang sampai mengancam mau lapor polisi," ujar Armi kepada detikJatim, Jumat (24/4/2026).

Menurut Armi, sasaran kemarahan Inge saat itu adalah staf kasir yang sebenarnya tidak melakukan kesalahan apa pun.

Inge merasa tidak terima ketika kasir tersebut harus membagi konsentrasi untuk menerima telepon operasional dari lantai tiga.

Padahal, saat itu kondisi salon sedang ramai pelanggan yang hendak melakukan pembayaran. Inge bersikeras menuntut pelayanan instan tanpa memedulikan prosedur dan kenyamanan pengunjung lain.

Sikap arogansi Inge bahkan berlanjut dengan aksi mondar-mandir di dalam salon sembari melontarkan kata-kata kasar. Ironisnya, setelah membuat keributan dan melontarkan ancaman akan memviralkan salon tersebut dengan tuduhan penipuan, Inge justru pergi begitu saja tanpa menyelesaikan kewajiban pembayarannya.

"Saya datang mungkin selisih lima menit setelah dia pergi. Saat saya tanya staf, katanya dia sudah kabur. Ya sudah, saya bilang ke anak-anak kita ikhlaskan saja. Tidak apa-apa dia belum bayar, daripada ramai berkepanjangan. Yang penting dia tidak berteriak-teriak lagi di sini," ungkap Armi dengan nada tenang.

Armi sempat berkomunikasi dengan Inge saat mendapat laporan dari karyawannya. Dalam sambungan telepon itu, Inge mengancam akan melapor ke polisi dan memviralkan tempat usahanya.

"Dia bilang mau lapor polisi, saya sampaikan iya, tunggu saya. Waktu itu saya perjalanan menuju ke sini (Viota Beauty)," ujar Armi.

Meski menjadi korban kerugian materiil dan ketidaknyamanan operasional, Armi memilih untuk mengambil langkah bijak dengan tidak memperpanjang masalah tersebut. Ia memandang kejadian ini sebagai pelajaran moral yang berharga bagi semua orang tentang pentingnya etika di ruang publik.

Armi pun menyinggung peristiwa viral yang melibatkan Inge di Mojokerto. Hal itu disebut merupakan gambaran bagaimana perilaku Inge sebenarnya.

"Allah itu memberikan balasan kepada setiap orang, mungkin ya memang perilakunya seperti itu. Dengan kejadian yang sekarang viral," ungkapnya.

Armi berharap, peristiwa itu dapat menjadi pelajaran bagi Inge dan bisa merubah perilakunya.

"Semoga dia bisa berubah saja. Kita tidak boleh memperlakukan orang semena-mena, apalagi kalau orang itu tidak salah. Kita ikhlaskan saja, semoga dia tidak mengulangi perbuatannya lagi di tempat lain," pungkasnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads