Polisi telah menetapkan AR alias Man sebagai tersangka pembunuhan MJ (57) dan sudah menahannya. Terungkap bahwa sebelum melakukan penusukan terhadap MJ, AR lebih dulu nyabu.
"Pelaku punya kebiasaan setiap malam nyabu dan saat sebelum melakukan pembacokan. Menurut keterangan nyabu sama rekannya," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto saat dikonfirmasi detikJatim, Minggu (26/4/2026).
Edy menjelaskan AR emosi karena korban sempat masuk ke kamar adiknya dan diminta keluar. Usai hal itu, AR mencari keberadaan korban lalu menusuknya hingga ditemukan tewas di TKP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepulang dari nyabu dapat info dari adiknya kalau korban sempat masuk ke kamar adiknya dan disuruh keluar, atas info adiknya pelaku marah dan mencari korban. Setelah ketemu langsung melakukan pembacokan dan penusukan terhadap korban," ujarnya.
Sebelumnya, MJ tewas usai menjadi korban penusukan di Jalan Sencaki Gang Pragoto 2, Simokerto, Surabaya pada Kamis (23/4) pagi. Korban mengalami luka tusuk di dada kiri dan ditemukan tergeletak bersimbah darah tak jauh dari rumah keluarganya.
Menurut keterangan adik sepupu korban, Iwan (34), keributan pertama pecah sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu korban disebut sempat terlibat perkelahian dengan pihak yang diduga berkaitan dengan pelaku utama.
"Awalnya sekitar Subuh sudah ada keributan. Sempat terjadi pemukulan, nggak tahu itu anaknya atau adiknya pelaku," ujar Iwan.
Setelah keributan pertama mereda, pihak yang terlibat sempat pergi. Namun sekitar pukul 06.00 WIB, mereka kembali datang bersama seorang pria yang dikenal dengan panggilan Man. Berdasarkan keterangan saksi, pelaku diduga datang berkelompok.
"Informasinya ada empat orang pria, dua masuk ke dalam gang, dua lainnya menunggu di luar," ungkap seorang saksi yang enggan disebut namanya.
Tak lama berselang, penusukan terjadi. Korban roboh dengan luka tusuk di dada kiri.
"Korban langsung tergeletak, lalu pelaku kabur. Sepertinya penusukan di dada sebelah kiri menggunakan pisau," kata saksi.
Iwan mengungkapkan bahwa antara korban dan terduga pelaku sebenarnya saling mengenal dekat. Pelaku yang dikenal sebagai Man disebut kerap datang ke rumah korban.
"Man itu bisa dibilang temannya MJ juga, orang Rusun Sumbo. Sering main ke sini," ucap Iwan kepada detikJatim.
Tempat tinggal keduanya juga berdekatan, hanya berjarak sekitar 100 meter antara kontrakan korban dan rusun pelaku.
Menurut keluarga, korban dikenal sebagai pribadi pendiam dan tak pernah punya persoalan dengan warga.
"Korban orangnya ramah, tidak ada masalah sama orang lain. Korban pendiam, selama ini juga nggak ada cerita ke saudaranya (kalau ada masalah)," ujar Iwan.
Iwan juga mengaku tak mendengar teriakan saat kejadian berlangsung.
"Nggak ada suara teriakan atau suara apa pun dari korban. Tahu-tahu sudah tergeletak dan pelakunya langsung kabur gitu aja," tandas Iwan.
Mulanya, peristiwa berdarah itu diduga dipicu persoalan asmara yang berujung cekcok. Hingga saat ini polisi masih mendalami motif tersangka melakukan pembunuhan ini.
(ihc/dpe)