Sosok N Mahasiswa Cumlaude Joki Lapangan UTBK di Surabaya

Sosok N Mahasiswa Cumlaude Joki Lapangan UTBK di Surabaya

Aprilia Devi - detikJatim
Jumat, 08 Mei 2026 19:30 WIB
Komplotan 14 tersangka joki UTBK yang ditangkap Polrestabes Surabaya
Komplotan 14 tersangka joki UTBK yang ditangkap Polrestabes Surabaya (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Sebanyak 14 orang komplotan joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Surabaya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Para tersangka ini diketahui berasal dari berbagai latar belakang.

Ke-14 tersangka tersebut antara lain NRP (21) mahasiswa, PIF (21) mahasiswa, IKP (41) karyawan swasta sekaligus pelaku utama, FP (35) karyawan swasta, BPH (29) dokter, DP (46) dokter, MI (31) dokter, RZ (46) pedagang, HRE (18) pelajar, BH (55) wiraswasta, SP (43) karyawan swasta, SA (40) karyawan swasta, ITR (38) karyawan ASN P3K, serta CDR (35) karyawan ASN P3K.

Dari para tersangka ini, kemudian dibagi dalam beberapa klaster peran antara lain penerima order 5 orang (3 di antaranya berprofesi sebagai dokter). Kemudian pembuat dokumen palsu 5 orang dan pemberi order dan pembantu 2 orang (termasuk ASN P3K), dan joki lapangan 2 orang (mahasiswa).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan, salah satunya tersangka mahasiswa yakni NRP merupakan mahasiswa berprestasi. Bahkan sebentar lagi akan diwisuda dengan predikat cumlaude.

"Yang tersangka atas nama N ini memang mahasiswa tapi di salah satu kampus. Dia sebenarnya pada bulan Oktober ini akan wisuda. Dengan predikat kalau nilai-nilai yang sudah ada sekarang kita cek ternyata juga cumlaude," terang Luthfie, Jumat (8/5/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Luthfie, N bahkan telah 6 kali menjadi joki UTBK. Dan seluruh kliennya lolos seleksi yang dikerjakan dengan kemampuan akademiknya.

"Kemarin sudah kita tanyakan bagaimana soal-soal yang joki yang atas nama N ini bahkan enam kali dia dalam tanda kutip main. Dan dia akui tidak ada bocoran soal atau apa. Dan enam itu lulus semua," jelas Luthfie.

Menurut Luthfie, soal-soal UTBK yang dikerjakannya N dinilai tidak terlalu sulit. Bahkan saat menjalankan aksi dan merasa dicurigai pengawas, ia tetap mampu menyelesaikan ujian dengan tenang.

"Dia katakan, biasa-biasa saja soalnya. Apakah waktu untuk mengerjakan itu kurang atau tidak? Enggak, cukup semuanya," tuturnya.

"Nah, kita bisa sampaikan bahwa dalam kondisi tertekan bahwa dia tahu bahwa yang dia sedang bermain itu pun kemungkinan besar sudah diketahui, itu pun masih dengan tenang dia bisa mengerjakan soal-soal itu katanya memang relatif mudah," tambahnya.

Polisi juga mengungkap latar belakang ekonomi menjadi salah satu alasan tersangka N nekat menjadi joki UTBK. N diketahui berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi serba terbatas. Hal ini lah yang membuat motif terjun dalam dunia perjokian.

"Ya memang dari joki ini dia memang keluarga dengan ibu yang single parent dan memang dua saudaranya juga tidak kuliah karena memang keterbatasan dana," ungkap Luthfie.

"Dan memang yang dia dapatkan ini adalah untuk memenuhi kehidupan dia termasuk membantu juga ke keluarga," tandasnya.

Sebelumnya, komplotan joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Surabaya dibongkar Polrestabes Surabaya. Sebanyak 14 orang ditangkap dan ditetapkan jadi tersangka dari berbagai macam profesi termasuk dokter dan aparatur sipil negara (ASN).




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads