Pemkab Jombang memberikan pendampingan terhadap sejoli pelajar inisial M (17) dan P (15) yang melahirkan, lalu membuang bayi perempuannya. Pendampingan hukum atau psikologi bakal diberikan sesuai kebutuhan kedua pelajar tersebut.
Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB PPPA) Jombang, Ma'murotus Sa'diyah menuturkan, hari ini pihaknya melakukan asesmen kepada M. Selanjutnya, pendampingan bakal diberikan sesuai kebutuhan.
"Pendampingan hukum dan psikologi karena dia masih anak-anak. Kami sesuaikan dengan kebutuhan sesuai hasil koordinasi dengan kepolisian. Karena sudah ditangani kepolisian," terangnya kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlakuan yang sama, lanjut Sa'diyah, bakal diberikan kepada P, siswi kelas IX jenjang SMP yang melahirkan bayi perempuan. Pendampingan hukum atau psikologi juga bakal diberikan kepada pacar M ini sesuai kebutuhan.
"Kami akan koordinasi dengan kepolisian. Karena di Unit PPA juga menyediakan layanan pemdampingan hukum. Kalau itu diberikan, mungkin kami yang mendampingi psikologinya," jelasnya.
Sedangkan terhadap bayi perempuan buah hati M dan P, kata Sa'diyah, dalam penanganan Puskesmas Mayangan, Jogoroto. Menurutnya, bayi tersebut bakal dikembalikan kepada keluarganya setelah tes DNA untuk memastikan anak biologis dari M dan P.
"Kepolisian nanti akan koordinasi dengan kami. Memang hukum harus ditegakkan. Namun, ibu ini (P) masih di bawah umur, kewajiban menyusui, bayi juga punya hak. Saya kira nanti kami koordinasi dengan kepolisian yang terbaik seperti apa setelah tes DNA," ungkapnya.
Belajar dari kasus ini, Sa'diyah, berharap pendidikan kesehatan reproduksi diajarkan di sekolah jenjang SMP dan SMA di Jombang. Sebab menurutnya, kasus ini terjadi karena para pelajar belum mengerti kalau hubungan pranikah berisiko pada kehamilan dan penularan penyakit.
"Pendidikan kesehatan reproduksi harus diberikan di sekolah. Apakah masuk dengan muatan lokal atau bagaimana. Kami sudah sepakat dengan Disdikbud Jombang, materi ini akan diberikan di sekolah," tandasnya.
Sebelumnya, Kasdolah (45) menemukan bayi perempuan di teras rumahnya pada Senin (18/5) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Bayi tersebut baru saja dilahirkan. Kondisinya hanya dibungkus kain putih. Bayi baru dilahirkan itu kemudian dirawat di Puskesmas Mayangan, Jogoroto, Jombang.
Pagi harinya sekitar pukul 10.30 WIB, P yang ditemani orang tuanya mencari bayi tersebut. Sehingga diarahkan warga ke Puskesmas Mayangan. Selanjutnya, P menjalani perawatan pascapersalinan di puskesmas yang sama.
Dari situlah terungkap kalau bayi perempuan yang ditemukan di teras rumah Kasdolah buah hati P dengan pacarnya, M. Kasus ini lantas diambil alih Unit PPA Satreskrim Polres Jombang.
(auh/abq)
