Kekasih Korban Beber Kronologi Dugaan Pemerkosaan yang Viral di Malang

Kekasih Korban Beber Kronologi Dugaan Pemerkosaan yang Viral di Malang

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Selasa, 26 Mei 2026 12:39 WIB
Viral pemuda di Kota Malang diduga cabuli teman saat tidur
Viral pemuda di Kota Malang diduga cabuli teman saat tidur/Foto: Tangkapan layar
Malang -

Kasus dugaan pemerkosaan viral di Kota Malang. Kasus ini terungkap setelah video pihak korban mendatangi rumah pelaku untuk meminta pertanggungjawaban tersebar di media sosial (medsos).

Kekasih korban M (21) mengatakan, kejadian dugaan pemerkosaan yang dilakukan F kepada C (18) ini terjadi pada Sabtu (24/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Korban diperkosa ketika sedang tertidur pulas.

Peristiwa ini bermula ketika M dan F sedang berada di rumah C di wilayah Kecamatan Lowokwaru untuk melakukan sesi foto pakaian demi keperluan jualan online di media sosial pada Jumat (23/5) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesi foto pakaian preloved tersebut berlangsung pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Usai kegiatan selesai, M dan F memutuskan untuk pulang bersama.

ADVERTISEMENT

"Sesi foto pakaian ini kami lakukan sejak Jumat (23/5) sekitar pukul 23.00 WIB sampai Sabtu (24/5) pukul 01.00 WIB. Terus saya sama F ini pulang," terang M saat ditemui detikJatim pada Selasa (26/5/2026).

Saat berada di tengah jalan, F mengatakan bahwa celana panjang yang dia beli tertinggal di rumah korban. M pun pada saat itu menawarkan untuk mengambil celana tersebut karena belum jauh.

Namun, F menolak dan memilih untuk menundanya. Tak disangka, niat buruk F muncul beberapa jam kemudian.

Pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, F mengirimkan pesan melalui Direct Message (DM) Instagram kepada M dengan alasan ingin mengambil celananya yang tertinggal karena kedinginan.

M sempat melarang dan memberi tahu bahwa C sudah tidur. Namun, F bersikeras mau mengambil celana. M yang tak menaruh curiga karena F sudah kenal dengan C lebih lama darinya memperbolehkannya.

M menyarankan agar F berpamitan kepada ibunda korban jika memang terpaksa harus mengambil barang tersebut, dengan harapan sang ibu dapat mengawasi gerak-gerik F.

Pada saat itu, situasi rumah yang tidak terkunci rapat dimanfaatkan oleh F. Pelaku masuk ke dalam rumah dan sempat menyapa ibunda korban yang saat itu sedang tidur-tidur ayam di ruang tengah.

Setelah itu, F langsung menyelinap masuk ke dalam kamar korban yang sedang terlelap di balik selimut tebal.

Pelaku kemudian melancarkan aksi bejatnya secara paksa. Korban yang awalnya mengira hal tersebut adalah mimpi, langsung tersadar setelah merasakan rasa sakit yang nyata. Saat korban menoleh ke belakang, ia mendapati F tengah memerkosanya.

"Saat pacar saya sadar itu langsung kaget melihat pelaku ini sudah ada di belakangnya dan kondisi kelamin masuk. Pacar saya langsung menangis histeris dan pelaku ini kemudian pergi," terang M.

Setelah kejadian itu, pada Minggu (25/5) siang, M bersama korban dan teman-temannya datang ke rumah F di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Mereka datang untuk meminta F bertanggungjawab dan mengakui perbuatannya.

Namun, karena tidak mendapatkan hasil apapun maupun permintaan maaf dari F. Pihak M bersama korban berencana untuk melanjutkan kasus ini ke ranah hukum.

"Saya masih menunggu pacar saya sebagai korban ini pulang dari Karawang ke Malang dalam waktu dekat. Setelah itu kita akan ke Polresta Malang Kota sekalian visum," tandasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads