Perkara pembobolan rekening diduga dilakukan Nur Hasannah, seorang terapis di Spa Superior Surabaya terus bergulir di persidangan. Antara Nur dengan Tonny Soegiono selaku korban pengurasan rekening hingga Rp 1,2 miliar ternyata bukan rekan kerja, melainkan ada hubungan khusus antara pelanggan setia dengan terapis.
Kedekatan inilah yang justru dimanfaatkan Nur untuk menguras habis tabungan sang pelanggan. Berikut fakta-fakta terungkapnya sosok Tonny dan kedekatan khusisnya dengan Nur Hasannah yang dirangkum detikJatim.
Fakta Terbaru Terapis Spa Kuras Rp 1,2 M
1. Bukan Rekan Kerja, tapi Pelanggan 'Spesial'
Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Surabaya, Hasanudin Tandilolo, meluruskan simpang siur mengenai status hubungan antara Tonny dan Nur. Keduanya bukanlah sesama pekerja spa, melainkan hubungan antara terapis dan pelanggan yang sudah berjalan lama hingga terjalin kedekatan di luar tempat kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban, si Tonny itu, dia langganan spa, sudah lama," kata kata Hasanudin kepada detikJatim, Rabu (27/5/2026).
Hasanudin menambahkan bahwa hubungan keduanya terbilang cukup intens karena sering menghabiskan waktu bersama di luar jam kerja spa.
"Nggak tahu ya pacaran apa gak, tapi langganan spa dia (Tonny)," imbunya.
2. Berawal dari Intip PIN saat Jalan Bareng
Karena hubungan yang semakin dekat, Tonny dan Nur kerap keluar dan bepergian bersama. Di sinilah Nur mulai melancarkan siasatnya. Nur diam-diam mengintai dan menghafal PIN ATM milik Tonny saat pria tersebut sedang melakukan transaksi di depannya.
"Kok bisa tahu pinnya? Karena korban (Tonny) pernah diintip (oleh Nur) pas ambil ATM pas sering keluar bersama-sama," tandas Hasanudin.
3. Manfaatkan Momen Titip HP saat ke Kamar Mandi
Berbekal PIN yang sudah dihafal, Nur memanfaatkan kepercayaan tinggi yang diberikan Tonny kepadanya. Setiap kali mereka jalan bersama, Tonny kerap menitipkan ponselnya kepada Nur saat hendak ke kamar mandi. Nur yang sudah mengetahui letak kartu ATM korban langsung beraksi.
"Karena intim, dia (Nur) hafal, kalau setiap ke kamar mandi titip HP. Nah, ATM-nya (Tonny) itu ditaruh di sela-sela hp (antara softcase dengan ponsel) begini, kan banyak kantongnya (di softcase ponsel korban)," paparnya.
4. Dikuras 32 Kali untuk Belanja hingga Kamar Hotel
Aksi pencurian ini dilakukan Nur secara bertahap selama kurun waktu Agustus hingga September 2024. Awalnya Nur hanya mencoba mengambil Rp 5 juta, namun karena tidak ketahuan, ia ketagihan dan mulai menarik uang antara Rp 20 juta hingga Rp 50 juta setiap kali beraksi.
Tak hanya ditransfer ke rekening pribadi, Nur juga membaginya dengan sang teman, Putriana Kusuma Wardani, serta menggunakannya untuk berfoya-foya.
"Bukan dia (Nur beraksi) sendiri, dia (Nur) transfer juga ke ATM temannya Putriana Kusuma Wardani, dibagi berdua," tutur Hasanudin.
Uang hasil menguras rekening pelanggan intimnya itu juga terdeteksi digunakan oleh Nur untuk keperluan berbelanja di mall mewah hingga memesan kamar hotel.
5. Korban Baru Sadar Saat Cetak Mutasi
Tonny sama sekali tidak menyadari bahwa tabungannya telah bocor miliaran rupiah akibat ulah terapis langganannya. Ia baru tersadar secara tidak sengaja saat mencetak mutasi rekening di sebuah bank swasta daerah Rungkut Industri pada 25 September 2024.
"Dan baru diketahui terjadi beberapa transaksi yang dilakukan oleh terdakwa dengan cara mentransfer uang milik saksi Tonny ke rekening milik terdakwa (Nur) selama kurun waktu 8 Agustus 2024 sampai dengan 24 September 2024 sebesar kurang lebih sebesar Rp.1.285.000.000," kata Hasanudin.
Melihat angka fantastis senilai Rp 1,28 miliar raib melalui 32 kali transaksi ke rekening Nur, Tonny akhirnya tersadar telah dikhianati oleh orang yang ia percayai.
"Di rekening korban ketemu semua dan baru ketahuan," ujar Hasanudin. Kini, Nur Hasannah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja hijau.
(ihc/dpe)