Remaja perempuan di Kota Malang yang diduga menjadi korban pemerkosaan temannya saat sedang tidur, kini sudah melapor ke polisi. Korban juga telah menjalani visum et repertum usai membuat laporan.
"Sudah visum," kata EV, ibu kandung korban saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).
Proses visum dilakukan setelah EV bersama putrinya melapor ke Polresta Malang Kota, Kamis (28/5/2026). EV mengaku belum mengetahui bagaimana alur kelanjutan dari penyelidikan pihak kepolisian terkait kasus yang dilaporkan oleh putrinya ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, EV bersama korban dalam perjalanan pulang ke Karawang, Jawa Barat. "Belum ada informasi lagi, saya lagi jalan pulang ke Karawang," ujarnya.
Sebagai ibu kandung, EV berharap pelaku dapat segera ditangkap dan diadili. Dirinya pun akan memperjuangkan agar putrinya mendapatkan keadilan.
"Saya harapannya karena saya sebagai ibu kandungnya. Pelaku bisa segera ditangkap dan diadili," tegasnya.
Dari cerita putrinya, EV mengetahui bahwa malam itu Jumat (23/5/2026), putrinya tengah berada di rumah bersama pacar dan pelaku. Mereka tengah terlibat pengambilan foto, untuk penjualan baju online.
"Pelaku diajak, karena dibutuhkan HP-nya untuk motret. Karena HP-nya Iphone. Pemotretan selesai pukul 01.00 WIB malam," terang EV.
Setelah pemotretan selesai, lanjut Eva, pelaku dan pacar korban, pamit pulang. Tapi ketika masih di depan rumah pelaku katakan bahwa celana panjangnya tertinggal.
"Ditawari sama M (pacar korban), apa diambil. Tapi pelaku bilang gak usah. Mereka kemudian pulang dan muter-muter (pakai motor)," bebernya.
Beberapa waktu kemudian, kata EV pelaku menghubungi pacar korban melalui direct message (DM) di aplikasi Instagram. Di sana pelaku menanyakan apakah dia tengah berkomunikasi dengan korban atau tidak.
EV menegaskan, putrinya dalam kondisi tertidur pulas saat pelaku mendatangi rumahnya saat itu. Pelaku yang datang sempat bertemu dengan ibu tiri korban, dan menyampaikan niatnya untuk mengambil celana yang tertinggal.
"Bukan putri saya, tapi pelaku izin kepada ibu tiri anak saya dan pelaku DM (direct message) ke Instagram pacarnya anak saya. Jadi anak saya tidak tahu apa-apa malam itu," katanya.
Singkat cerita, pelaku kemudian diketahui telah berada di dalam kamar korban. EV menyampaikan, bahwa putrinya syok terbangun dan melihat pelaku berada di belakangnya saat posisi tidur.
"Anak sudah tidur dan pelaku sudah berada di belakangannya, melakukan pelecehan sampai memperkosa. Anak saya syok nangis, ketakutan. Setelah itu pelaku kabur," ujarnya.
Pada Sabtu (24/5/2026), korban kemudian menceritakan peristiwa yang dialami kepada pacarnya. Hingga EV menyebut terjadi peristiwa seperti yang viral di media sosial.
"Jadi rumah pelaku kemudian di datangi, untuk minta tanggung jawab dari pelaku," tegasnya.
EV cukup menyayangkan sikap dari ibu tiri korban yang seakan tak memperdulikan keadaan yang terjadi waktu itu. Karena pelaku sempat pamit mengambil celana dan kembali tidur.
"Pelaku masuk lalu ketemu bunda (ibu tiri) dan izin buat ambil celana lalu diizinkan masuk. Ibu tirinya kembali tidur bukan menjaga pelaku sampai pulang malah mengijinkan masuk ke kamar anak saya," sesalnya.
Seperti diberitakan, kasus dugaan pemerkosaan viral di Kota Malang. Kasus ini terungkap setelah video pihak korban mendatangi rumah pelaku untuk meminta pertanggungjawaban tersebar di media sosial (medsos).
Dalam potongan video yang beredar, terlihat korban bersama teman-temannya mendatangi rumah pelaku yang berada di wilayah Kecamatan Kedungkandang, pada Minggu (24/5/2026) siang.
Kedatangan korban itu untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, dalam pertemuan itu, sempat terjadi perdebatan antara keluarga pelaku dengan pihak korban.
(abq/hil)
