Jejak Pria Misterius Sebelum Sekdin Ditemukan Tewas di Bandara Juanda

Round Up

Jejak Pria Misterius Sebelum Sekdin Ditemukan Tewas di Bandara Juanda

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Sabtu, 27 Jun 2026 09:15 WIB
Pria misterius terekam CCTV bersama sekdin Bangkalan yang ditemukan tewas di Bandara Juanda
Pria misterius terekam CCTV bersama sekdin Bangkalan yang ditemukan tewas di Bandara Juanda/Foto: Tangkapan layar
Sidoarjo -

Kematian Ruly Yunis Setiawati (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan masih menyimpan misteri. Ia ditemukan meninggal di dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.

Sejumlah fakta baru diungkap keluarga melalui kuasa hukumnya, mulai dari kemunculan pria misterius dalam rekaman CCTV, dugaan korban telah meninggal sebelum tiba di bandara, hingga temuan luka pada telinga korban.

Keluarga melalui kuasa hukumnya, Risang Bima Wijaya mengungkap sejumlah fakta yang dinilai janggal dan memperkuat dugaan bahwa korban meninggal sebelum mobil memasuki kawasan bandara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga kini, penyidik masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, termasuk menelusuri identitas pria yang terekam kamera pengawas (CCTV) berada bersama korban.

ADVERTISEMENT

Korban Selalu Mengemudi Sendiri

Fakta pertama yang diungkap keluarga ialah korban selama bertugas sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan tidak pernah didampingi sopir pribadi.

"Selama menjalankan tugas kedinasan, korban selalu mengemudikan sendiri mobil dinas yang digunakannya," kata Risang kepada detikJatim melalui telepon selulernya, Jumat (26/6/2026).

Keterangan tersebut menjadi perhatian keluarga karena dalam rekaman CCTV justru terlihat seorang laki-laki berada di dalam mobil korban saat kendaraan memasuki area parkir Bandara Juanda.

Pamit ke Keluarga dan Hilang Kontak

Menurut Risang, terakhir kali korban berpamitan kepada keluarga pada Kamis (18/6/2026) pagi. Saat itu korban mengaku akan mengikuti agenda rapat kerja dan menyampaikan bahwa dirinya baru akan pulang pada Sabtu (20/6/2026).

Informasi yang diterima keluarga menyebutkan korban diduga berada di wilayah Batu atau Pujon pada Jumat (19/6/2026). Hingga Sabtu pagi, korban masih sempat berkomunikasi dengan keluarga.

"Namun pada Sabtu sore, korban sudah tidak bisa dihubungi lagi," ujarnya.

Risang juga menegaskan bahwa selama ini tidak ada persoalan dalam rumah tangga korban. Hubungan korban dengan suami maupun keluarga disebut berjalan baik.

"Selama ini tidak ada konflik dengan pihak keluarga. Persoalan rumah tangganya baik-baik saja," jelasnya.

Selain itu, korban dikenal mudah bergaul dengan rekan kerja sehingga keluarga mengaku tidak mengetahui adanya persoalan yang dihadapi korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Pria Misterius Terekam CCTV

Fakta lain yang menjadi perhatian keluarga ialah keberadaan seorang pria misterius yang terekam kamera CCTV Bandara Juanda.

Menurut Risang, saat mobil dinas korban memasuki area parkir pada Sabtu (20/6/2026), terlihat seorang laki-laki mengambil tiket parkir.

"Di layar monitor CCTV terlihat ada seorang laki-laki yang mengambil tiket parkir saat mobil masuk ke Bandara Juanda pada Sabtu (20/6/2026)," kata Risang.

Setelah rekaman diperlihatkan kepada keluarga maupun rekan kerja korban, tidak ada seorang pun yang mengenali pria tersebut.

"Setelah ditunjukkan kepada keluarga, tidak ada yang mengenali laki-laki itu," ujarnya.

Pria tersebut disebut memiliki ciri-ciri mengenakan masker, berkacamata, memakai kaus berwarna biru dongker, berambut ikal, berkulit putih, serta mengenakan jam tangan di tangan kiri.

Risang mengatakan, berdasarkan rekaman CCTV, pria tersebut diduga keluar dari mobil setelah kendaraan terparkir, kemudian mengunci mobil dari luar dan meninggalkan lokasi menggunakan taksi online.

Diduga Meninggal Sebelum Tiba di Bandara

Keluarga menduga korban telah meninggal dunia sebelum mobil memasuki kawasan Bandara Juanda. Dugaan tersebut muncul karena posisi kursi penumpang depan yang ditempati korban dalam keadaan direbahkan.

"Dugaan keluarga, saat mobil masuk ke area parkir korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Itu yang kemudian menjadi dasar munculnya dugaan adanya tindak pidana," jelasnya.

Risang menilai, peristiwa penghilangan nyawa diduga terjadi di luar kawasan bandara.

"Kami mempunyai dugaan bahwa peristiwa penghilangan nyawa ini terjadi di luar bandara. Artinya saat masuk ke bandara, korban sudah dalam posisi meninggal dunia," kata Risang.

Ia menyebut dugaan tersebut diperkuat oleh komunikasi terakhir korban dengan suaminya yang masih berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB.

"Kami menduga peristiwa itu terjadi di luar bandara. Kalau melihat perjalanan dari Batu menuju Juanda, dugaan kami terjadi sebelum korban tiba di bandara," ujarnya.

Temuan Autopsi dan Anting yang Hilang

Keluarga juga menyoroti hasil autopsi yang menemukan adanya sobekan pada daun telinga kiri korban. Saat pemeriksaan dilakukan, anting yang dikenakan korban hanya tersisa di telinga sebelah kanan.

"Hasil autopsi menunjukkan cuping telinga kiri sobek dan anting sebelah kiri sudah tidak ada. Saat ditemukan maupun saat autopsi hanya ada anting sebelah kanan," ungkapnya.

Menurut Risang, temuan tersebut menjadi salah satu hal yang turut dicermati keluarga dalam rangkaian peristiwa yang menimpa korban.

Risang memastikan perjalanan korban ke wilayah Malang dan Batu bukan merupakan agenda kedinasan. Korban disebut tidak mengajukan izin maupun memiliki penugasan resmi dari kantor.

"Tidak ada izin dinas dan bukan agenda kantor," tegasnya.

Meski demikian, pihak keluarga menegaskan seluruh dugaan yang disampaikan masih menunggu pembuktian melalui proses penyidikan.

"Kami tidak bermaksud mendahului penyidik. Namun berdasarkan fakta-fakta yang dilihat keluarga, ada dugaan bahwa korban merupakan korban pembunuhan. Kami menyerahkan sepenuhnya pembuktian kepada penyidik," tegasnya.

Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian RJS sekaligus menelusuri identitas pria yang terekam CCTV bersama korban di area parkir Bandara Juanda.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Kuasa Hukum: ASN yang Tewas dalam Mobil di Juanda Tak Punya Konflik"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads