Hasil Autopsi Sekdin Bangkalan Tewas dalam Mobil di Bandara Juanda

Hasil Autopsi Sekdin Bangkalan Tewas dalam Mobil di Bandara Juanda

Suparno - detikJatim
Sabtu, 27 Jun 2026 12:00 WIB
Proses autopsi ASN tewas di parkiran Bandara Juanda.
Proses autopsi ASN tewas di parkiran Bandara Juanda. Foto: Istimewa
Sidoarjo -

Kuasa hukum keluarga aparatur sipil negara (ASN) yang ditemukan meninggal dalam mobil di area parkir Bandara Juanda, Risang Bima Wijaya, menduga korban merupakan korban pembunuhan. Dugaan itu didasarkan pada sejumlah temuan hasil autopsi.

Risang mengatakan, dari hasil pemeriksaan luar ditemukan luka robek pada cuping telinga kiri yang diduga akibat kekerasan benda tumpul. Selain itu, terdapat sejumlah temuan lain yang menurutnya lazim dijumpai pada korban yang mengalami asfiksia atau mati lemas.

"Ditemukan luka robek pada area cuping telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul. Kemudian ada pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata, kebiruan pada selaput lendir bibir atas maupun bawah. Temuan-temuan itu lazim pada kematian yang dipicu mati lemas," kata Risang kepada detikJatim melalui telepon selulernya, Sabtu (27/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, kata Risang, dokter forensik juga menemukan tanda merah kehitaman pada lidah, epiglotis, dan saluran napas utama. Temuan tersebut juga disebut lazim ditemukan pada korban yang meninggal karena asfiksia.

Sementara pada pemeriksaan bagian dalam, ditemukan perubahan warna merah kehitaman pada dinding lambung, serta tanda-tanda pembusukan pada seluruh organ tubuh. Uji Kosmalin pada otot tangan kanan juga menunjukkan warna merah pucat.

ADVERTISEMENT

"Untuk pemeriksaan toksikologi, sampel sudah dikirim ke Laboratorium Forensik Surabaya. Hasilnya masih menunggu dan akan keluar dalam beberapa waktu ke depan," ujarnya.

Risang menambahkan, hasil pemeriksaan swab vagina menunjukkan tidak ditemukan sperma. Korban juga dipastikan tidak dalam keadaan hamil.

Berdasarkan hasil autopsi, korban diperkirakan telah meninggal lebih dari dua kali 24 jam atau sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan.

Selain mengungkap hasil autopsi, Risang mengaku optimistis penyidik telah mengantongi petunjuk mengenai sosok yang diduga terlibat dalam kematian korban.

"Saya yakin polisi sudah mengetahui ciri-ciri terduga pelaku. Kami berharap proses penyidikan bisa segera mengungkap siapa pelakunya, dan apa motif di balik peristiwa ini," tegasnya.

Meski demikian, hingga kini kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi dan melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian serta mengungkap pelaku di balik kasus tersebut.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads