Misteri kematian Ruly Yunis Setiawati (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, yang ditemukan meninggal di dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda hingga kini masih belum terungkap. Di tengah proses penyelidikan, keluarga korban mengaku sudah mengetahui identitas pria misterius yang terekam kamera CCTV di Bandara Juanda.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya mengatakan, keluarga telah mengetahui identitas lengkap pria yang diduga berkaitan dengan kematian korban. Namun, informasi tersebut sengaja tidak dipublikasikan agar tidak mengganggu proses penyidikan.
"Keluarga sudah mengetahui identitas lengkap, wajah dan data lainnya. Tapi kami tidak akan menyebarkannya karena itu bisa mengganggu jalannya penyelidikan," ujar Risang kepada detikJatim melalui telepon selulernya, Sabtu (27/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Risang menegaskan pihaknya tidak meragukan kinerja penyidik. Meski demikian, keluarga berharap pengungkapan kasus dapat berjalan lebih cepat karena sudah tiga hari berlalu sejak peristiwa itu terjadi.
"Kami tidak meragukan kerja kepolisian. Tetapi kami berharap prosesnya bisa lebih cepat karena sudah ada petunjuk yang kuat. Kami meyakini penyidik sudah memiliki data lengkap mengenai terduga pelaku, mulai dari ciri fisik, identitas, alamat hingga data pribadi lainnya," katanya.
Risang meyakini penyidik telah melakukan profiling terhadap terduga pelaku. Namun, mengenai motif dugaan tindak pidana itu, menurutnya masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan resmi oleh penyidik.
"Soal motif tentu nanti akan terungkap dari hasil pemeriksaan. Kami yakin penyidik sudah melakukan profiling terhadap terduga pelaku," katanya.
Ia juga menyebut keluarga memperoleh informasi bahwa beberapa orang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut telah diamankan. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.
"Kami menunggu informasi resmi dari penyidik. Yang jelas keluarga berharap kasus ini segera dibuka secara terang benderang," ucapnya.
Risang menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima keluarga, setelah kejadian terduga pelaku sempat berpindah kendaraan dengan meninggalkan kendaraan awal dan melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan lain.
Menurutnya, rangkaian pergerakan tersebut diyakini sudah ditelusuri penyidik. Dalam waktu dekat, keluarga korban juga dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mencocokkan daftar barang milik korban yang dilaporkan hilang.
"Pemeriksaan keluarga hanya untuk mencatat dan mencocokkan barang-barang milik korban yang hilang. Apabila nantinya barang-barang tersebut ditemukan dalam penguasaan pelaku, tentu itu akan menjadi alat bukti yang sangat kuat, meskipun pelaku tidak mengakui perbuatannya," jelas Risang.
Ia menegaskan seluruh proses penyidikan harus berjalan sesuai ketentuan hukum. Keluarga, kata dia, hanya akan memantau perkembangan perkara melalui jalur resmi dan didampingi kuasa hukum, tanpa mengganggu jalannya penyelidikan.
"Kami percaya penyidik akan bekerja secara profesional. Harapan keluarga hanya satu, kasus ini segera diungkap dan pelaku beserta motifnya segera disampaikan kepada publik," pungkasnya.
(auh/hil)
