Keyakinan Keluarga Soal Tewasnya Sekdin PRKP Bangkalan di Juanda

Keyakinan Keluarga Soal Tewasnya Sekdin PRKP Bangkalan di Juanda

Suparno - detikJatim
Senin, 29 Jun 2026 14:15 WIB
Penampakan Terduga Pelaku Sekdin Pembunuhan PKPR Bangkalan
Penampakan Terduga Pelaku Pembunuhan Sekdin PKPR Bangkalan. (Foto: Dok. Istimewa)
Sidoarjo -

Tabir kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati kini mengarah pada dugaan pembunuhan dengan motif penipuan bermodus investasi. Pihak keluarga curiga korban sengaja dijebak pelaku dengan iming-iming kerja sama bisnis sebelum akhirnya dieksekusi.

Keluarga menduga kuat bahwa kasus ini bermula dari modus ajakan kerja sama atau bisnis yang membuat korban datang ke lokasi tertentu. Dugaan sementara, pelaku berniat menguasai barang berharga milik korban hingga berujung pada tindak kekerasan.

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya mengatakan seluruh dugaan mengenai modus bisnis dan motif penguasaan harta ini masih menjadi bagian dari proses penyelidikan kepolisian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami percaya penyidik akan mengungkap seluruh rangkaian peristiwa, termasuk motif dan siapa saja yang terlibat. Harapan kami prosesnya bisa dipercepat agar pelaku segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Risang.

Keyakinan tentang penyebab kematian ini, menurut Risang, didasarkan pada kronologi sebelum korban ditemukan meninggal, rekaman CCTV, hingga perkembangan penyelidikan yang disampaikan penyidik kepada keluarga.

ADVERTISEMENT

Sebelum jasadnya ditemukan membusuk di area parkir Bandara Juanda, perjalanan korban sempat terdeteksi di wilayah Malang. Fakta baru yang diungkap keluarga menunjukkan bahwa korban ternyata masih berkomunikasi visual beberapa jam sebelum dinyatakan hilang kontak total.

"Korban masih berkomunikasi dengan keluarga. Bahkan pada Sabtu malam masih sempat melakukan video call dengan adiknya dan menyampaikan masih berada di Malang," kata Risang kepada detikJatim, Senin (29/6/2026).

Risang menjelaskan, Ruly berangkat dari rumah pada Kamis pagi seperti biasa. Pada Kamis malam, korban juga masih sempat memberi kabar kepada anaknya bahwa dirinya berada di kawasan Pujon, Kabupaten Malang. Keberadaan korban di wilayah tersebut awalnya tidak menimbulkan kecurigaan karena korban memang memiliki kerabat di sana.

Namun setelah itu, komunikasi korban mendadak terputus. Keluarga merasa janggal karena korban tidak memiliki agenda ataupun kepentingan pergi ke bandara.

"Kami meyakini keberadaan mobil di bandara bukan atas kehendak korban. Dari rekaman CCTV terlihat mobil masuk ke kawasan bandara dikemudikan seorang laki-laki lain. Keluarga meyakini saat itu korban sudah meninggal dunia," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, jenazah korban ditemukan berada di kursi penumpang depan sebelah kiri. Risang menambahkan, dari rekaman CCTV yang ada, tidak terlihat seorang pun keluar dari mobil setelah kendaraan diparkir hingga akhirnya ditemukan petugas.

"Kami menduga mobil beserta jenazah sengaja ditinggalkan di lokasi tersebut oleh pelaku," tambahnya.

Meskipun motif bisnis maut ini masih didalami, pihak kuasa hukum mengapresiasi kinerja cepat penyidik yang dikabarkan telah berhasil mengidentifikasi sosok misterius pengemudi mobil dinas tersebut.

"Informasi yang kami terima, polisi sudah memiliki data yang mengarah kepada pelaku, mulai dari rekaman CCTV, ciri-ciri fisik, pakaian, kendaraan hingga tempat tinggalnya. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik dan tidak akan membuka identitas itu ke publik demi kepentingan proses hukum," jelas Risang.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads