Suparni (61) tega menghabisi adik kandungnya, Choiriyah (47) di kos Jogoroto, Jombang karena dipicu masalah sepele. Tersangka kesal karena korban menghabiskan sekitar 1 Kg bumbu pecel.
Kasat Reskrim AKP Magribi Agung Saputra menjelaskan, pembunuhan ini dipicu masalah dapur kos Dusun Jogoroto, Desa/Kecamatan Jogoroto pada Jumat (12/6) pagi. Ketika itu, Suparni membuat pecel untuk menu makan hari itu bersama Choiriyah.
Setelah belanja sayur-sayur untuk pecel, Suparni berniat membuat bumbunya. Ternyata stok bumbu pecel di dapur kosnya habis karena dimakan oleh adik kandungnya. Seketika amarah tersangka memuncak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku sudah mengakui dia melakukan penganiayaan itu karena sakit hati, bumbu pecel sekitar 1 kilogram dihabiskan korban," jelasnya kepada wartawan, Rabu (1/7/2026).
Di kamar kos itu, Suparni menganiaya Choiriyah tanpa ampun. Bahkan, tersangka sempat berucap ingin membunuh adik kandungnya tersebut. Kalimat dari mulutnya itu pun menjadi kenyataan.
"Di situlah puncaknya pelaku menganiaya korban sampai meninggal," ungkap Agung.
Fakta baru ini terungkap setelah penyidik menggali keterangan dari Suparni. Sebab sejak ditangkap polisi pada Minggu (14/6), tersangka lebih banyak diam dengan pura-pura sakit.
"Kondisinya (Suparni) sehat, baik dari hasil pemeriksaan kesehatan maupun psikiater," tandas Agung.
Sebelumnya, makam Choiriyah di Makam Islam Pajaran diekshumasi pada Minggu (14/6) sekitar pukul 13.00-15.30 WIB. Karena Choiriyah tewas dianiaya kakak kandungnya sendiri, Suparni. Pelaku ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (16/6).
Sebelum peristiwa tragis ini, Suparni beberapa kali melakukan kekerasan terhadap korban. Alasannya karena tersangka merasa terganggu dengan ulah adik kandungnya tersebut. Padahal, korban merupakan tunagrahita.
Choiriyah hidup bersama Suparni di kos Dusun Jogoroto, Desa/Kecamatan Jogoroto, Jombang sekitar 2 minggu terakhir. Sehari-hari, Suparni bekerja menjadi buruh masak. Sedangkan Choiriyah tidak bekerja karena mengidap keterbelakangan mental.
Pembunuhan di kos ini terjadi pada Jumat (12/6) sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut tetangga kos mereka, Suparni diduga memukuli adik kandungnya dengan tangan kosong, memakai tongkat sapu, ulekan, dibenturkan ke dinding, serta dicelupkan ke kamar mandi.
Ketika Choiriyah sudah tak bernyawa, Suparni meminta tolong tetangga kosnya. Ia berdalih kalau adiknya terjatuh di kamar mandi. Sore di hari yang sama, jenazah korban dibawa ke rumah duka, lalu dimakamkan di Makam Islam Dusun Pajaran.
(irb/hil)
