Bejat Pelatih Panjat Tebing Cabuli Siswa SD Laki-laki di Kota Malang

Bejat Pelatih Panjat Tebing Cabuli Siswa SD Laki-laki di Kota Malang

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Kamis, 02 Jul 2026 09:15 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/BeritaKlik.
Ilustrasi pencabulan anak/Foto: Andhika Akbarayansyah
Malang -

Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan seorang pelatih panjat tebing yang juga guru ekstrakurikuler di Kota Malang, menjadi pembelajaran penting bagi orang tua, sekolah, dan lembaga pendidikan agar semakin memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak di luar jam belajar. Polisi kini tengah menyelidiki laporan dugaan pencabulan terhadap seorang siswa SD laki-laki.

Informasi yang dihimpun, kasus dugaan pencabulan tersebut terjadi pada akhir Mei 2026. Saat itu korban yang baru lulus mengikuti pelatihan panjat tebing di kawasan Klojen, Kota Malang.

Usai latihan, korban bersama satu rekannya kemudian diminta terduga pelaku berinisial DY untuk bermalam di lokasi. Korban tak bisa menolak terduga pelaku karena merupakan salah satu pelatih panjat tebing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada saat berada dalam ruangan, terduga pelaku disebut mulai mendekati korban yang tengah tidur. Dari situ, korban kemudian diduga dicabuli oleh terduga pelaku.

Korban sebenarnya hendak melakukan penolakan dan melawan. Namun saat itu, korban merasa ketakutan dan tak berdaya. Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polresta Malang pada 8 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Rahmad Aji Prabowo saat dikonfirmasi telah menerima laporan dugaan kasus pencabulan itu. Aji mengaku saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Betul masih berprogres ke tahap penyelidikan," kata Aji kepada detikJatim, Rabu (1/7/2026).

Ditanya sudah sejauh mana proses penyelidikannya, Aji menjelaskan saat ini masih mengumpulkan keterangan dari saksi maupun korban dan mengumpulkan barang bukti.

"Kita penyidik tentunya mengumpulkan keterangan dan alat bukti, tidak serta merta ada laporan kemudian langsung dilakukan penangkapan. Mohon waktu yang jelas perkara tetap berprogres," tegasnya.

Terpisah, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Malang saat dikonfirmasi belum merespon terkait dugaan pencabulan yang melibatkan salah satu pelatihnya




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads