Motif Sepele Soal Bumbu Pecel Berujung Choiriyah Tewas di Tangan Kakak

Motif Sepele Soal Bumbu Pecel Berujung Choiriyah Tewas di Tangan Kakak

Denza Perdana - detikJatim
Kamis, 02 Jul 2026 11:15 WIB
Kakak kandung pembunuh Choiriyah di Jombang saat diperiksa penyidik
Kakak kandung pembunuh Choiriyah di Jombang saat diperiksa penyidik. (Foto: Dokumen Satreskrim Polres Jombang)
Jombang -

Hanya karena persoalan bumbu pecel, seorang kakak kandung di Jombang tega menganiaya adiknya sendiri yang merupakan penyandang tunagrahita (keterbelakangan mental) hingga tewas. Motif sepele itu dibongkar oleh pihak kepolisian.

Penyidik Satreskrim Polres Jombang mengungkapkan bahwa pelaku, Suparni (61), nekat menghabisi nyawa adiknya, Choiriyah (47), dipicu rasa sakit hati yang mendalam. Kemarahan pelaku memuncak saat mengetahui stok bumbu pecel miliknya telah habis dimakan korban.

"Pelaku sudah mengakui dia melakukan penganiayaan itu karena sakit hati, bumbu pecel sekitar 1 kilogram dihabiskan korban," jelas Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Magribi Agung Saputra kepada wartawan, Rabu (1/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pagi itu, Jumat (12/6/2026), Suparni sebenarnya berniat memasak pecel untuk mereka berdua di kamar kos mereka di Dusun Jogoroto. Namun, setelah mendapati bumbu pecel raib karena dimakan sang adik, emosinya langsung gelap mata.

Dari persoalan itu, emosi Suparni langsung memuncak hingga berujung pada penganiayaan di dalam kamar kos.

ADVERTISEMENT

"Di situlah puncaknya pelaku menganiaya korban sampai meninggal," ungkap Agung.

Di ruang tamu kos tersebut, Suparni menganiaya adiknya secara membabi buta menggunakan tangan kosong, tongkat sapu hingga patah, ulekan, membenturkan kepala korban ke dinding, hingga tega membenamkannya ke dalam kamar mandi.

Setelah korban lemas dan meninggal dunia, Suparni sempat berteriak meminta tolong dan berbohong kepada tetangga bahwa adiknya tewas karena terjatuh di kamar mandi. Fakta mengenai motif bumbu pecel ini baru terungkap setelah polisi kembali memeriksa Suparni secara intensif.

Sejak diamankan pertengahan Juni lalu, pelaku terus berpura-pura sakit dan lebih banyak diam untuk menutupi aksi kejinya. Namun, hasil pemeriksaan tim medis dan psikiater menyatakan pelaku dalam kondisi sehat secara fisik maupun mental.

Sebelumnya, kecurigaan pihak keluarga dan penyidik atas kematian korban membuat makam Choiriyah akhirnya diekshumasi pada Minggu (14/6/2026).

Dari hasil autopsi, polisi menemukan bukti kuat adanya luka-luka bekas penganiayaan berat pada tubuh korban. Berdasarkan alat bukti itu, Suparni resmi ditetapkan tersangka dan ditahan sejak Selasa (16/6).

Penyidik juga mengungkap bahwa sebelum pembunuhan terjadi, Suparni ternyata sudah sering melakukan kekerasan fisik terhadap adik kandungnya. Pelaku mengaku kerap merasa terganggu dengan perilaku korban yang memiliki keterbelakangan mental.

Korban sendiri diketahui baru dua minggu tinggal bersama pelaku di rumah kos tersebut, di mana pelaku bekerja sebagai buruh masak sedangkan korban tidak bekerja.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads