Dugaan kasus pencabulan tengah menghantam dunia panjat tebing Kota Malang. Salah satu pelatih diduga mencabuli murid sekolah dasar yang juga anak didiknya di pelatihan panjat tebing kawasan Klojen, Kota Malang.
Dugaan kasus pencabulan menimpa bocah laki-laki baru lulus bangku sekolah dasar ini terjadi pada 28 Mei 2026. Polresta Malang Kota tengah mendalami dengan meminta keterangan saksi dan korban sekaligus mengumpulkan barang bukti.
Dalam laporannya ke polisi, ibu korban menyampaikan bahwa dugaan pencabulan terjadi di saat pelaku berinisial DS meminta korban menginap di lokasi pelatihan bersama satu rekannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban pun menuruti permintaan pelaku tanpa mencurigai adanya rencana jahat yang kemudian dilakukan terhadapnya.
Pada saat berada di dalam ruangan, terduga pelaku disebut mulai mendekati korban yang tengah bermain telepon selulernya. Beberapa dugaan pencabulan pun dilakukan terduga pelaku hingga membuat korban ketakutan dan menolaknya.
"Korban laki-laki, keterangan sementara dipegang-pegang," ujar Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Rahmad Aji Prabowo saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026).
Aji membantah proses penyelidikan berjalan mandek. Sebab, upaya menggali keterangan saksi dan korban, sekaligus mengumpulkan barang bukti masih terus berjalan.
"Kita penyidik tentunya mengumpulkan keterangan dan alat bukti, tidak serta merta ada laporan kemudian langsung dilakukan penangkapan. Mohon waktu yang jelas perkara tetap berprogres," tegasnya.
Seperti diberitakan, kasus dugaan pencabulan terhadap anak kembali terjadi di Kota Malang. Seorang pelajar laki-laki duduk di bangku sekolah dasar yang kini menjadi korbannya.
Peristiwa pilu menimpa korban itu terjadi pada akhir Mei 2026 lalu, dugaan kasus pencabulan ini telah dilaporkan ke Polresta Malang Kota pada awal Juni 2026.
Kejadian berawal ketika itu korban ikut dalam pelatihan panjat tebing di kawasan Klojen, Kota Malang.
(auh/hil)
