Misteri kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), masih belum terpecahkan.
Di tengah belum terungkapnya pelaku, muncul dua petunjuk baru yang menjadi perhatian publik, yakni sepasang sandal yang diduga dikenakan pria berinisial E serta jejak perjalanan terakhir korban melalui titik lokasi (share location) yang dikirim kepada anaknya dari kawasan wisata di Pujon, Kabupaten Malang.
Hingga kini, penyidik masih memburu pria berinisial E yang diduga merupakan orang terakhir bersama korban sebelum Ruly ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas Toyota Kijang Innova berpelat merah M 1090 GP di parkiran Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandal Diduga Berasal dari Hotel di Malang
Belakangan, media sosial ramai membahas sepasang sandal berwarna merah marun yang beberapa kali terlihat dikenakan pria berinisial E dalam foto bersama korban.
Dari penelusuran detikJatim, sandal tersebut memiliki kemiripan dengan sandal milik salah satu hotel di wilayah Malang. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak hotel mengenai dugaan tersebut.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya mengatakan, pihak keluarga juga belum memperoleh informasi apakah sandal tersebut telah menjadi barang bukti yang didalami penyidik.
"Belum tahu (sandal jadi barang bukti), seperti banyak beredar di media sosial, sandal yang dikenakan itu dari salah satu hotel di Kota Batu," kata Rising saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (2/7/2026).
Menurut Risang, keluarga hanya mengetahui sandal tersebut beberapa kali dipakai pria berinisial E dalam foto-foto yang diunggah korban melalui akun media sosial pribadinya.
Meski demikian, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk memastikan apakah petunjuk tersebut berkaitan dengan pengungkapan kasus.
Shareloc Jadi Jejak Terakhir Korban
Selain sandal, petunjuk lain yang mengemuka adalah titik lokasi yang sempat dikirim korban kepada anaknya sebelum ditemukan meninggal.
Risang mengungkapkan, korban masih sempat berkomunikasi dengan keluarganya pada Kamis (19/6) malam.
"Korban sempat kirim shareloc kepada anaknya Kamis malam. Baru besoknya tanggal 20 Juni ditemukan meninggal," ujar Risang berbincang dengan detikJatim, Kamis (2/7/2026).
Dari titik lokasi tersebut, korban diketahui berada di kawasan toko oleh-oleh Agro Wisata Dewi Sri, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
"Shareloc yang dikirimkan berada depan toko buah atau oleh-oleh Agro Wisata Dewi Sri Pujon," bebernya.
Lokasi tersebut menjadi jejak terakhir yang diketahui keluarga sebelum korban ditemukan meninggal di Bandara Juanda.
Risang berharap lokasi tersebut turut menjadi bagian dari penyelidikan polisi.
"Pasti nanti toko buah atau oleh-oleh itu dimintai keterangan. Termasuk hotel yang diduga mengeluarkan sandal yang dikenakan terduga pelaku," tegasnya.
Berawal dari Perjalanan Dinas
Sebelumnya, berdasarkan keterangan keluarga, Ruly berpamitan meninggalkan rumah pada Kamis (18/6). Saat itu ia mengaku akan mengikuti rapat kerja hingga Sabtu (20/6).
Korban berangkat menggunakan mobil dinas Toyota Kijang Innova hitam berpelat merah M 1090 GP dari Bangkalan.
Pada malam harinya, korban sempat memberi kabar kepada anaknya bahwa dirinya berada di kawasan Pujon, Malang. Keluarga tidak menaruh curiga karena korban memang memiliki kerabat di wilayah tersebut.
Belakangan, informasi yang diterima keluarga mengarah pada dugaan bahwa korban bersama seorang pria berinisial E sebelum akhirnya ditemukan meninggal.
Sosok Pria Inisial E Masih Misterius
Menurut Risang, pria berinisial E diperkirakan berusia di atas 50 tahun. Berdasarkan informasi yang diperoleh keluarga, pria tersebut berasal dari luar Pulau Jawa dan diduga berasal dari Sulawesi.
Saat ini, yang bersangkutan diketahui pernah tinggal di salah satu kecamatan di Kabupaten Malang.
"Tempat tinggalnya di salah satu kecamatan di Kabupaten Malang. Yang bersangkutan usianya diperkirakan di atas 50 tahun. Informasi yang kami peroleh, berasal dari luar Pulau Jawa, diduga dari wilayah Sulawesi," bebernya.
Namun, keluarga mengaku tidak mengetahui keberadaan pria tersebut saat ini.
"Yang bersangkutan tinggal di salah satu kecamatan wilayah Kabupaten Malang. Sekarang dimana, kami tidak mengetahuinya," ujarnya.
"Kami tidak tahu dimana keberadaannya sekarang," katanya.
Harapan Keluarga
Hingga kini keluarga mengaku belum menerima perkembangan terbaru dari hasil penyelidikan kepolisian, termasuk mengenai petunjuk sandal maupun lokasi terakhir korban di Pujon.
Mereka berharap keberadaan pria berinisial E segera diketahui sehingga dapat dimintai keterangan untuk mengungkap tabir kematian Ruly Yunis Setiawati.
"Keberadaannya kita tidak tahu, semoga bisa segera ditangkap," harapnya.
Dalam kesempatan lain, Risang kembali menyampaikan harapan serupa. "Semoga bisa segera ditangkap," tandasnya.
Simak Video "Video Kuasa Hukum: ASN yang Tewas dalam Mobil di Juanda Tak Punya Konflik"
[Gambas:Video 20detik]
(auh/hil)
