Identitas pria yang ditemukan meninggal di lahan kosong ke kawasan wisata Pantai Permata Pilang, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo terungkap. Pihak keluarga korban juga mengungkap ada sejumlah barang milik korban yang hilang.
Korban diketahui bernama Samsul Arifin (35), warga Dusun Pendusun, Desa Rebalas, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Korban yang masih berstatus lajang itu sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Jumat (3/7) siang.
Kakak korban, Rohim mengaku terakhir kali adiknya berpamitan pada Jumat sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu Samsul Arifin mengaku hendak bertemu seseorang yang baru dia kenal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya katanya mau diantar temannya ke Malang untuk kulakan timba. Tapi kemudian rencananya berubah, diminta ketemuan di Kota Probolinggo. Ternyata yang kami temukan justru adik saya sudah meninggal," ujar Rohim, Minggu (5/7/2026).
Menurut Rohim, selama 2 hari keluarga terus berupaya mencari keberadaan korban. Bahkan pada Sabtu (4/7) pagi, keluarga sempat melacak lokasi telepon seluler korban yang masih aktif setelah mengirimkan lokasi.
"Sekitar jam 9 pagi, kirim shareloc dan titik lokasinya masih aktif di wilayah Desa Jangur. Saya langsung mencari ke sana, dari rumah ke rumah, tapi orangnya tidak ada. Setelah itu HP-nya sudah dimatikan," katanya.
Selain kehilangan anggota keluarga, Rohim menyebut sejumlah barang milik korban juga raib. Di antaranya sepeda motor matic Honda Beat warna hitam tahun 2010, dompet, serta telepon genggam.
"Kalau uangnya saya tidak tahu berapa, tapi biasanya dia membawa uang cukup banyak karena juga punya usaha arisan," ungkapnya.
Rohim menjelaskan adiknya sehari-hari bekerja di toko emas di Pasar Triwung, Kecamatan Grati. Dia juga biasanya mencari emas untuk dibeli ke sejumlah desa.
Selama ini, menurutnya, korban dikenal memiliki banyak teman dan tidak pernah memiliki persoalan dengan orang lain. Pihak keluarga berharap pelaku yang diduga terlibat dalam kematian Samsul segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Kami berharap pelakunya segera ditemukan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegas Rohim.
Sementara itu, polisi masih mendalami kasus tersebut. Aparat akan kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan alat bukti dan mengungkap penyebab pasti kematian korban, termasuk dugaan tindak pidana yang melatarbelakangi.
Sebelumnya, jenazah Samsul ditemukan mengenakan sweter berwarna merah dan sarung cokelat bermotif hitam. Di sekitar lokasi, petugas juga menemukan bercak darah di belakang kepala korban serta sandal yang terpisah beberapa meter dari posisi jasad.
Hingga kini, penyidik masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap, penyebab kematian, serta keberadaan barang-barang milik korban yang dilaporkan hilang.
(abq/dpe)
