Kasus kematian tragis MTA (22), gadis muda asal Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Lumajang, yang ditemukan tewas bersimbah darah tanpa busana di kamarnya mulai menemui titik terang. Polisi telah bergerak cepat meringkus pelaku berinisial RA (18).
Namun, publik masih menyoroti satu kejanggalan yang menjadi awal mula terungkapnya kasus ini, yaitu alur panggilan telepon dari pacar korban. Tragedi mengerikan ini berawal ketika pacar korban mendadak menghubungi seorang tetangga MTA lewat sambungan telepon.
Alih-alih menghubungi pihak keluarga korban sendiri untuk mengecek kondisi MTA yang disebutnya tidak bisa dihubungi sejak pagi hari, sang kekasih justru memilih menyuruh orang lain-yang merupakan tetangga-untuk datang memeriksa rumah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Telepon dari sang pacar ini menyisakan tanda tanya besar. Mengapa sang pacar tidak datang sendiri? Dari kabar inilah saksi tetangga akhirnya masuk ke dalam rumah dan mendapati korban ditemukan dalam keadaan tak bernyawa tanpa busana dan bersimbah darah.
"Tetangganya yang menemukan, katanya dapat telepon dari pacar korban untuk memeriksa kondisinya karena ditelepon tidak bisa. Saat dicek ternyata sudah meninggal, posisinya tanpa busana di kamarnya," ujar keluarga korban, Diana, kepada detikJatim, Jumat (3/7/2026).
Luka di Tubuh Korban dan Mulut Terbekap
Setelah tetangga korban melaporkan temuan mengerikan itu, tim identifikasi Polres Lumajang langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari sana polisi mendapati bukti konkret bahwa MTA merupakan korban tindak kekerasan yang sangat keji sebelum ia mengembuskan napas terakhirnya.
"Berdasarkan olah TKP memang benar korban tidak memakai pakaian dengan posisi terlentang di kamar. Ada kekerasan seksual atau yang lain masih menunggu hasil autopsi," kata Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto.
"Korban alami luka di tangan serta leher yang terikat dan mulut yang disekap," ujar Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto kepada detikJatim, Sabtu (4/7/2026) malam.
Polisi menguraikan adanya luka robek pada jari tangan kiri korban yang mengindikasikan sempat ada upaya perlawanan sengit dari MTA. Kejamnya lagi, pelaku mengikat leher korban dengan kencang menggunakan sehelai celana serta menyekap mulut korban dengan kain terpisah agar tidak bisa berteriak meminta pertolongan.
Pelaku Sudah Ditangkap
Misteri penemuan jasad ini akhirnya mulai terkuak setelah Satreskrim Polres Lumajang membekuk pelaku berinisial RA (18). Remaja belasan tahun yang ternyata merupakan warga satu desa dengan korban itu diamankan tanpa perlawanan berarti di kediamannya.
"Kami berhasil meringkus pelaku pembunuhan di kecamatan Randuagung," ujar Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Ari Aulia kepada detikJatim, Minggu (5/7/2026).
Hingga saat ini, penyidik masih mengurung RA di Mapolres Lumajang untuk menjalani pemeriksaan maraton. Dengan tertangkapnya pelaku, polisi terus mendalami kasus, mendalami hubungan atau komunikasi antara korban dengan pelaku dan pihak terkait, terutama demi mengungkap ada tidaknya kekerasan seksual, motif asmara, atau motif lainnya.
(ihc/dpe)
