5 Fakta Terbaru Kematian Sekdin PRKP, Diduga Berawal Love Scamming

5 Fakta Terbaru Kematian Sekdin PRKP, Diduga Berawal Love Scamming

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Selasa, 07 Jul 2026 10:30 WIB
Penampakan Terduga Pelaku Sekdin Pembunuhan PKPR Bangkalan
Penampakan terduga pelaku pembunuhan Sekdin PRKP Bangkalan/Foto: Dok. Istimewa
Sidoarjo -

Teka-teki kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), yang ditemukan meninggal di dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda, masih terus diselidiki polisi. Hingga kini, penyidik belum mengumumkan identitas resmi pria yang diduga menjadi orang terakhir bersama korban maupun mengungkap penyebab pasti kematiannya.

Di tengah penyelidikan tersebut, kuasa hukum keluarga korban mengungkap sejumlah informasi baru yang diperoleh dari keluarga maupun masyarakat. Mulai dari dugaan praktik love scamming, identitas pria yang mulai mengerucut, hingga dugaan korban tidak pergi seorang diri sebelum akhirnya ditemukan meninggal.

Berikut sederet fakta-faktanya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Diduga Modus Love Scamming

Kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya menyebut informasi yang dihimpun mengarah pada dugaan praktik love scamming, yakni modus penipuan dengan membangun kedekatan emosional melalui komunikasi jarak jauh sebelum pelaku mengajak korban bertemu secara langsung.

Namun, dugaan tersebut masih sebatas analisis keluarga dan belum dapat dipastikan karena seluruh fakta masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

ADVERTISEMENT

"Kalau dari informasi yang kami peroleh, mereka memang sudah saling mengenal dalam waktu yang cukup lama. Tetapi komunikasi itu hanya lewat telepon atau media daring. Pertemuan secara langsung baru terjadi saat peristiwa tersebut," kata Risang kepada detikJatim melalui telepon selulernya, Senin (6/7/2026).

"Dugaan kami, pola yang terjadi mengarah seperti love scam. Pelaku membangun kepercayaan korban terlebih dahulu melalui komunikasi jarak jauh, kemudian baru bertemu secara langsung. Namun tentu ini masih dugaan yang nantinya harus dibuktikan melalui penyidikan kepolisian," ujarnya.

2. Hubungan Korban Tak Diketahui Keluarga

Keluarga korban maupun keluarga pria yang diduga bersama korban disebut sama-sama tidak mengetahui adanya hubungan tersebut sebelum peristiwa itu terjadi. Kondisi ini membuat dugaan hubungan keduanya baru terungkap setelah korban ditemukan meninggal di dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.

"Baik keluarga korban maupun keluarga dari pria yang diduga bersama korban, sama-sama tidak mengetahui hubungan itu sebelumnya," ujarnya.

3. Identitas Pria Terkuak

Di tengah penyelidikan, beredar berbagai informasi di media sosial mengenai sosok pria yang diduga terakhir bersama korban, mulai dari nama panggilan Erlan, usia sekitar 54 tahun, hingga dugaan pernah bekerja di sebuah instansi yang dikenal dengan singkatan BPPN.

Meski demikian, kuasa hukum keluarga menegaskan seluruh informasi tersebut belum dapat dipastikan karena belum ada keterangan resmi dari kepolisian.

"Dari wajahnya memang benar namanya Erlan, usia sekitar 54 tahun," kata Risang.

"Informasi mengenai identitas maupun latar belakang pekerjaannya masih sebatas kabar yang berkembang di media sosial. Kami belum bisa membenarkan karena sampai sekarang belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian. Semua itu baru bisa dipastikan setelah yang bersangkutan ditemukan dan dilakukan pemeriksaan," tegasnya.

4. Muncul Banyak Korban Lain

Kuasa hukum mengaku menerima cerita dari sejumlah orang yang mengaku pernah mengalami dugaan penipuan dengan pola serupa sehingga muncul dugaan pelaku tidak hanya menyasar satu korban.

Kendati demikian, keluarga menegaskan seluruh informasi tersebut tetap harus diuji melalui proses penyidikan sehingga belum bisa dijadikan kesimpulan.

"Kalau memang benar ada korban-korban lain, tentu itu akan menjadi bagian dari proses pembuktian. Kami berharap semua informasi yang ada dapat didalami oleh penyidik sehingga kasus ini bisa diungkap secara menyeluruh," bebernya.

"Dugaan kami soal love scam itu bisa jadi. Niatnya memeras korban, tetapi kebablasan," katanya.

5. Keluarga Duga Korban Tidak Pergi Seorang Diri

Selain dugaan modus love scamming, keluarga juga memperoleh informasi dari saksi yang menyebut ada seorang pria membawa mobil dinas korban dari Bangkalan menuju arah Surabaya sehingga menguatkan dugaan korban tidak melakukan perjalanan seorang diri.

Meski identitas pria tersebut mulai mengerucut, keluarga mengaku hingga kini belum mendapatkan kepastian apakah yang bersangkutan sudah diamankan atau masih dalam pencarian polisi.

"Hingga saat ini kami belum mendapat informasi apakah yang bersangkutan sudah diamankan atau masih dalam pencarian," pungkas Risang.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads