Kasus kematian tragis Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), masih menyisakan banyak tanda tanya. Hingga hampir dua pekan sejak jasad korban ditemukan di dalam mobil dinas di Terminal 1 Bandara Juanda, polisi masih memburu Erlan (54) yang diduga menjadi pelaku.
Di tengah proses pengejaran tersebut, satu per satu fakta mengenai sosok Erlan mulai terungkap. Mulai dari dugaan keterlibatannya dalam sindikat penipuan, pengakuan mantan tetangga, hingga langkah polisi yang mengerahkan seluruh personel Jatanras untuk memburu keberadaannya.
Berikut sederet faktanya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Video Erlan Bersama Komplotannya Viral
Sebuah video berdurasi 43 detik yang beredar di media sosial memperlihatkan Erlan bersama dua pria lain sedang berada di dalam mobil menuju Bali, sementara pakaian yang dikenakannya identik dengan yang terekam CCTV Bandara Juanda serta video saat bersama korban.
Dalam rekaman tersebut, perekam video bahkan menyebut Erlan sebagai gurunya sebelum video lain memperlihatkan Erlan sedang beristirahat dan bermain biliar.
"Saya bersama Mas Wahyu dan Mas Erlan. Ini guru saya ini. Kami OTW Bali. Nanti setelah dari Bali kembali ke pujaan hati di Malang," demikian suara perekam video.
2. Kuasa Hukum Sebut Erlan Komplotan Penipu
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, membenarkan bahwa sosok dalam video viral tersebut adalah Erlan dan menyebut pria itu diduga merupakan bagian dari komplotan penipu.
Menurut Risang, pola yang digunakan mengarah pada modus love scamming, yakni membangun kedekatan dengan korban melalui telepon atau media sosial dalam waktu lama sebelum akhirnya mengajak bertemu.
"Iya, itu Erlan dan komplotannya (penipu)," kata Risang.
3. Diduga Gunakan Modus Love Scamming
Risang menilai, hubungan antara Erlan dan Ruly mengarah pada pola love scamming karena pelaku diduga lebih dulu membangun kepercayaan korban melalui komunikasi jarak jauh sebelum mengatur pertemuan langsung.
Dugaan tersebut, menurutnya, masih harus dibuktikan melalui proses penyidikan yang kini dilakukan kepolisian.
"Dugaan kami, pola yang terjadi mengarah seperti love scam. Pelaku membangun kepercayaan korban terlebih dahulu melalui komunikasi jarak jauh, kemudian baru bertemu secara langsung. Namun tentu ini masih dugaan yang nantinya harus dibuktikan melalui penyidikan kepolisian," beber Risang.
"Kalau dari informasi yang kami peroleh, mereka memang sudah saling mengenal dalam waktu yang cukup lama. Tetapi komunikasi itu hanya lewat telepon atau media daring. Pertemuan secara langsung baru terjadi saat peristiwa tersebut," imbuhnya.
4. Tetangga Sebut Banyak Orang Mencari Erlan
Ketua RT 06 Dampit, Hanafi, mengaku banyak orang mendatangi lingkungan tempat Erlan pernah tinggal setelah foto pria tersebut beredar luas terkait kasus kematian Ruly di Bandara Juanda.
Bahkan, menurut Hanafi, ada warga asal Pasuruan yang mengaku kehilangan mobil Pajero setelah dipinjam Erlan dan belum pernah dikembalikan.
"Beberapa hari banyak yang mencari, setelah Erlan muncul fotonya karena kasus di Juanda itu," ujar Ketua RT 06 Dampit, Hanafi.
"Ada warga Pasuruan mencari Erlan, katanya mobil Pajeronya dibawa sampai sekarang belum dikembalikan," ungkap Hanafi.
5. Polisi Sebut Erlan Tukang Tipu Sasar Perempuan Mapan
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur menyebut, Erlan memiliki latar belakang sebagai pelaku penipuan yang kerap menyasar perempuan berusia matang dan memiliki kondisi ekonomi mapan. Polisi menduga korban-korbannya dijaring melalui pertemuan langsung atau kopi darat setelah sebelumnya menjalin komunikasi.
"Jadi, latar belakangnya (E) ini memang orang ini tukang tipu-tipu," kata AKBP Jumhur.
"Perkenalannya lewat kopi darat. Lewat pertemuan langsung. Korbannya, khususnya perempuan-perempuan yang sudah mapan," imbuhnya.
6. Seluruh Personel Jatanras Dikerahkan Memburu Erlan
Meski identitas Erlan telah dikantongi dan berbagai informasi mengenai latar belakangnya mulai terungkap, hingga kini polisi masih belum berhasil menangkap pria tersebut karena diduga terus berpindah-pindah lokasi.
Untuk mempercepat pengejaran, Ditreskrimum Polda Jatim telah mengerahkan seluruh personel Jatanras dan berkoordinasi dengan Polresta Sidoarjo guna melacak keberadaan Erlan.
"Seluruh personel Jatanras diterjunkan untuk memburu keberadaan pelaku," tegas AKBP Jumhur.
Simak Video "Video Kuasa Hukum: ASN yang Tewas dalam Mobil di Juanda Tak Punya Konflik"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/hil)
