Ngalam Mbois: Dari Malang, Jiva Animation Ciptakan Puluhan Anime Jepang

Ngalam Mbois: Dari Malang, Jiva Animation Ciptakan Puluhan Anime Jepang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 02 Feb 2026 12:45 WIB
Aswin Nur Cahya, pendiri Jiva Animation
Aswin Nur Cahya pendiri Jiva Animation (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Tak ada yang menyangka, di balik sebuah rumah berlantai dua di Jalan Maninjau Raya, Kelurahan Sawojajar, Kota Malang, tersimpan sebuah studio animasi yang karyanya telah melanglang buana hingga Jepang.

Studio itu bernama Jiva Animation. Studio ini didirikan Aswin Nur Cahya, pemuda asal Indonesia yang pernah merasakan kerasnya dunia industri anime hingga ke Negeri Sakura.

Aswin, yang lahir pada 1994, mengaku perjalanannya di dunia animasi bermula dari kecintaannya pada serial anime Jepang sejak remaja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro jurusan Bahasa Jepang, hasratnya justru mengarah pada dunia animasi.

ADVERTISEMENT

"Setelah lulus tahun 2016, saya nekat berangkat ke Jepang untuk belajar animasi," ujar Aswin berbincang dengan wartawan, Senin (2/2/2026).

Di Jepang, Aswin menimba ilmu di Japan Animation Manga (JAM) College di Kota Niigata. Di sana, Aswin tak hanya belajar teknik menggambar dan produksi animasi, tetapi juga merasakan disiplin kerja yang ketat khas industri anime.

Selepas lulus, ia sempat bekerja di sebuah studio animasi Jepang dan terlibat dalam sejumlah proyek besar seperti Tokyo Revengers dan MF Ghost. Pengalaman itulah yang kemudian membuka matanya.

Menurut Aswin, kebutuhan industri anime Jepang sangat besar. Sementara regenerasi animator di sana tak selalu seimbang. Tak sedikit proyek yang akhirnya dikerjakan di luar Jepang.

"Di situ saya sadar, Indonesia sebenarnya punya potensi besar. Tapi masih sedikit studio yang benar-benar fokus menggarap anime secara serius," tuturnya.

Pada akhir 2022, Aswin memutuskan pulang ke Tanah Air. Kota Malang dipilihnya sebagai basis karena ekosistem pendidikannya yang kuat di bidang animasi dan ketersediaan sumber daya manusia dan tepat pada 1 Mei 2023, dia mendirikan Jiva Animation.

Awalnya, studio ini hanya diisi lima orang. Kini, Jiva Animation telah berkembang menjadi lima divisi animasi, background, compositing, 3D, dan production support dengan lebih dari 30 pekerja kreatif.

Meski baru berusia dua tahun, kiprah Jiva Animation terbilang impresif. Tercatat, studio ini telah terlibat dalam produksi 27 judul anime Jepang, di antaranya Wind Breaker, MF Ghost season 2 dan 3, Sono Bisque Doll, Mato Seihei no Slave season 2, hingga anime legendaris Sazae-san.

Tak hanya mengerjakan proyek luar negeri, Jiva Animation juga mulai mengembangkan karya orisinal berjudul The Unforgettable Journey of Lala.

Animasi ini menampilkan berbagai ikon Kota Malang dan Kota Batu, mulai dari Stasiun Malang, Alun-alun Merdeka, Jatim Park, Alun-alun Kota Batu, Kampung Warna-Warni, hingga kuliner khas bakso.

"Semua kami garap sendiri, dari cerita sampai pengisi suara. Animasi ini bisa ditonton gratis di YouTube kami," kata Aswin.

Lewat karya tersebut, Aswin berharap Jiva Animation bisa menjadi pionir dalam mengangkat cerita lokal dengan kualitas visual setara anime Jepang.

"Ini langkah awal. Ke depan, kami ingin membuktikan bahwa dari Malang pun, karya animasi bisa bersaing di level internasional," pungkasnya.

Ngalam Mbois adalah rubrik spesial detikJatim yang mengupas seputar seluk-beluk, capaian, prestasi, dan kelokalan khas yang ada di Malang Raya. Ngalam Mbois tayang setiap hari Senin.




(mua/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads