Ngalam Mbois: Aisyah Hafizah Asal Malang Bersinar di Ajang Qur'an Dubai

Ngalam Mbois: Aisyah Hafizah Asal Malang Bersinar di Ajang Qur'an Dubai

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 09 Mar 2026 13:37 WIB
Aisyah, hafizah asal Malang
Aisyah, hafizah asal Malang/Foto: Tangkapan layar
Malang -

Prestasi membanggakan datang dari Aisyah Arrumy, hafizah cilik berbakat asal Kabupaten Malang yang berhasil meraih juara dua dalam ajang bergengsi International Holy Qur'an Award yang diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Keberhasilan Aisyah ini tidak hanya mengharumkan nama Indonesia di mata dunia, tetapi juga membuktikan kualitas pembinaan penghafal Al-Qur'an di Bumi Arema yang semakin diakui secara global.

Ajang International Holy Qur'an Award di Dubai dikenal sebagai salah satu kompetisi hafalan Al-Qur'an paling prestisius dan kompetitif di dunia. Aisyah harus berhadapan dengan puluhan peserta terbaik perwakilan dari berbagai negara di Timur Tengah, Afrika, hingga Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, peserta lomba diikuti 5.600 peserta dari 105 negara. Sementara di final menyisakan enam peserta dari Mesir, Syiria, Iraq, Quwait dan Indonesia.

ADVERTISEMENT

Dengan ketenangan luar biasa, Aisyah mampu melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan tajwid yang sempurna dan suara yang menyentuh hati para juri internasional.

Ketepatan hafalan serta kefasihan makhorijul hurufnya membuat dewan juri memberikan nilai tinggi yang mengantarkannya ke podium kedua.

"Alhamdulillah, aku sangat bahagia. Aku gembira telah meraih juara kedua di Acara Dubai International Holy Qur'an Award," kata anak kelas 4 SDTQ Daarul Ukhuwwah dikutip dari unggahan akun Instagramnya @aisyah_hafizind, Senin (9/3/2026).

Ia mengaku bersyukur atas capaian yang diraihnya dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan doa.

"Terima kasih kepada Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum dan panitia," ucapnya.

Aisyah menuturkan, kesuksesan di ajang Dubai International Holy Quran Award tak lepas dari dukungan penuh dari kedua orang tua dan pihak sekolah.

"Terima kasih kepada ayah dan ibuku, kepada sekolahku, dan kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah mendoakanku," tuturnya.

Aisyah mengungkapkan, sejak kecil ia telah mencintai dan membaca Al-Qur'an. Ia pun kemudian mempunyai keinginan menghafal Al-Qur'an yang telah ditekuni sejak kecil itu.

"Aku masih kecil namun aku mencintai Al-Qur'an. Aku akan selalu menghafal Al-Qur'an," tegasnya.

Kabar kemenangan Aisyah di ajang internasional tersebut disambut bangga oleh masyarakat Malang. Aisyah dikenal sebagai sosok anak yang tekun dan memiliki kedisiplinan tinggi dalam menjaga hafalannya di tengah usia yang masih sangat muda.

Pencapaian ini menjadi kado istimewa bagi Kabupaten Malang, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mencintai dan mempelajari Al-Qur'an.

Prestasi putri pasangan dari Qowiyul Huda dan Maysaroh Cholilah Saguanto menunjukkan, keterbatasan usia bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi di level dunia.

Di balik kesuksesan Aisyah, terdapat peran besar orang tua dan guru ngaji yang senantiasa membimbingnya. Proses persiapan menuju Dubai tentu tidaklah instan, dibutuhkan latihan intensif selama berbulan-bulan untuk mematangkan hafalan.

Paman Aisyah, Taufiq Saguanto mengatakan, Aisyah kini telah berada di Jakarta, setelah kembali dari Dubai. Tiba di ibukota, Aisyah disambut tim dari Kementerian Agama Republik Indonesia sebelum nantinya bertolak ke Surabaya.

"Sekarang sudah berada di Jakarta," ujar Taufiq saat dikonfirmasi terpisah.

Taufiq menuturkan, Aisyah kelahiran Malang 19 November 2016 merupakan siswi SD Tahfidz Alquran Daarul Ukhuwwah, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Sejak belia, Aisyah sudah mendengarkan ayat-ayat suci Al Quran. Dukungan kedua orang tua serta pihak sekolah membuat Aisyah telah menghafal Al Quran 26 juz sejak usia 10 tahun.

"Di awali dari bayi sudah mulai mendengarkan bacaan Al Quran, usaha orang tua, sekolah dan lingkungan semua mendukung. Sehingga dipermudahkan Aisyah mengembangkan passionnya di Alquran," ungkap Taufiq.




(mua/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads