Melestarikan Alam-Menolak Tambang Bareng Komunitas Jejak Lestari Rengel

Kabar Komunitas

Melestarikan Alam-Menolak Tambang Bareng Komunitas Jejak Lestari Rengel

Chilyah Auliya - detikJatim
Rabu, 15 Apr 2026 17:30 WIB
Aktivitas Tim Jejak Lestari Rengel melestarikan alam dan menolak tambang liar.
Aktivitas Tim Jejak Lestari Rengel melestarikan alam dan menolak tambang liar. (Foto: Istimewa/dok. Tim Jejak Lestari Rengel)
Tuban -

Niat sederhana saat dijalankan secara konsisten akan menemukan manfaatnya. Bermula dari pemanasan fisik sebelum mendaki Gunung Lawu, aktivitas sejumlah pemuda Rengel, Tuban ini justru menjadi titik awal lahirnya gerakan lingkungan.

Komunitas Jejak Lestari Rengel sekarang tersohor dengan berbagai ekspedisi jalan-jalan sembari mengampanyekan pelestarian alam, penolakan tambang liar, hingga penghijauan kawasan Baswara.

Salah satu penggagas Jejak Lestari Rengel, M Naufal Ilham S menuturkan komunitas ini masih belia, berdiri sekitar 6 hingga 7 bulan lalu. Mulanya, ia bersama teman-temannya berencana latihan fisik sebagai persiapan mendaki gunung ke luar kota tetapi karena keterbatasan tempat latihan di daerah sendiri justru memantik ide tak terduga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sebenarnya mau pemanasan dulu sebelum naik Gunung Lawu. Mau latihan lari ke stadion Rengel tapi malu karena ramai. Akhirnya lari ke alam-alam sambil bikin konten," kata Naufal kepada detikJatim, Selasa (17/3/2026).

Konten sederhana itu diunggah ke TikTok hingga viral dan termuat FYP. Respon positif dari publik menakdirkan Jejak Lestari Rengel dipanggil oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat dan menerima apresiasi karena dinilai mengemas potensi alam Rengel dengan menarik.

ADVERTISEMENT

Dalam perjalanannya, komunitas ini juga sempat terhimpit keputusan berisiko. Salah satunya saat permulaan menelusuri jalur menuju Puncak Baswara tanpa izin resmi hingga memicu kemarahan warga karena melewati ladang milik masyarakat.

"Itu jadi pelajaran besar buat kami. Sekarang jauh lebih tertib soal regulasi dan komunikasi," ujarnya.

Meski kerap dihadapkan pada tantangan, kekompakan tim menjadi alasan utama Jejak Lestari Rengel tetap bertahan. Menurut Naufal, visi dan misi keberlanjutan yang menguatkan para anggota saat berputus asa kepada alam.

Aktivitas Tim Jejak Lestari Rengel melestarikan alam dan menolak tambang liar.Ekspedisi Tim Jejak Lestari Rengel ke Goa Ngerong Rengel, Tuban. (Foto: Istimewa/dok. Tim Jejak Lestari Rengel)

Salah satu pengalaman paling berkesan adalah ketika mereka pertama kali menelusuri Goa Ngerong. Naufal mengaku takjub dengan keindahan goa yang selama lebih dari 20 tahun hidup di Rengel namun belum pernah ditapaki secara langsung.

"Di dalamnya luar biasa indah, banyak hewan-hewan unik. Pengunjung juga sangat takjub, bahkan ada yang datang dari luar negeri seperti Australia," katanya.

Selain promosi wisata alam, Jejak Lestari Rengel juga vokal menyuarakan penolakan terhadap tambang liar. Meski aksi mereka masih sebatas seruan dan edukasi lewat kegiatan trip alam, Naufal menilai kehadiran komunitas setidaknya membuat penambang berpikir ulang untuk masuk ke kawasan tertentu.

"Tambang liar itu sangat merugikan. Selain merusak alam, bisa menyebabkan longsor dan banjir. Bahkan ada goa cantik lain yang hilang karena dikeruk," tegasnya.

Dalam misi penghijauan Baswara, Jejak Lestari Rengel telah melakukan penanaman di sekitar 250 titik. Lokasi paling sulit berada di kawasan Perhutani dan area jurang yang curam, sehingga membutuhkan tenaga dan kehati-hatian ekstra.

Meski perjuangan tidak mulus, Naufal memastikan belum ada anggota yang mundur. "Kalau ada yang capek atau malas, ya diingetin lagi visi misi kita," katanya.

Ke depan, Jejak Lestari Rengel berharap dapat terus konsisten mengawal isu lingkungan di Tuban, khususnya menolak tambang liar yang dinilai semakin merajalela.

"Kalau orang cuma ingat satu hal tentang kami, semoga Jejak Lestari Rengel bisa menularkan kesan baik untuk alam dan benar-benar bermanfaat," pungkas Naufal.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads