Polres Kediri Kota menggelar Turnamen Esports Kapolres Kediri Kota Cup 2026 dan kegiatan edukasi anak dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 serta Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74. Kegiatan yang berlangsung di Kediri Town Square (Ketos) itu diikuti ratusan peserta dari kalangan pelajar dan generasi muda.
Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim mengatakan turnamen esports menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan kemampuan di bidang olahraga digital secara positif dan kompetitif.
"Esports saat ini bukan sekadar permainan, tetapi juga sarana mengembangkan kreativitas, strategi, disiplin, komunikasi, kerja sama tim, dan sportivitas. Kami ingin memberikan ruang positif bagi anak muda untuk berprestasi," kata Anggi kepada detikJatim, Jumat (5/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turnamen tersebut mendapat antusiasme tinggi dengan total sekitar 700 peserta. Kompetisi mempertandingkan Mobile Legends yang diikuti 44 tim, Free Fire 44 tim, FC26 Solo sebanyak 26 peserta, dan FC26 Duo yang diikuti 15 tim.
Anggi berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan atlet-atlet esports potensial yang mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional. Ia juga mengajak generasi muda memanfaatkan ruang digital secara sehat, kreatif, dan produktif.
Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Cahyono mengapresiasi penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurutnya, kompetisi esports dapat menjadi sarana penjaringan atlet berbakat untuk menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
"Esports sudah menjadi cabang olahraga resmi yang dipertandingkan di Porprov. Event seperti ini sangat penting untuk menemukan atlet-atlet potensial Kota Kediri," ujarnya.
Selain turnamen esports, Bhayangkari Cabang Polres Kediri Kota menggelar edukasi bagi anak-anak melalui pertunjukan dongeng wayang karton yang diikuti sekitar 130 siswa TK Kemala Bhayangkari 41 dan 42 Kota Kediri.
Dongeng yang dibawakan Kapolsek Kota Kediri Kompol Bowo Wicaksono mengangkat tema pentingnya pola makan sehat dan bergizi. Materi edukasi dikemas melalui cerita interaktif agar mudah dipahami anak-anak.
"Melalui media wayang karton, kami ingin mengenalkan manfaat makanan sehat dengan cara yang menyenangkan dan mudah diterima anak-anak," ujar Bowo.
Kegiatan tersebut juga diisi edukasi literasi, penggunaan gawai secara bijak, lomba mewarnai, serta kunjungan ke bazar UMKM yang digelar dalam rangka HKGB ke-74.
Ketua Bhayangkari Cabang Polres Kediri Kota Yeni Anggi mengatakan pendekatan edukatif melalui dongeng menjadi metode efektif untuk menanamkan kebiasaan positif dan karakter sejak usia dini.
Melalui rangkaian kegiatan itu, Polres Kediri Kota berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berprestasi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
(auh/abq)