Viral Hotel Tempat Tim Persik Dilempari Petasan Oknum Aremania

Viral Hotel Tempat Tim Persik Dilempari Petasan Oknum Aremania

Andhika Dwi - detikJatim
Senin, 12 Jan 2026 20:40 WIB
Oknum suporter Aremania lempar petasan ke hotel tempat tim Persik
Oknum suporter Aremania lempar petasan ke hotel tempat tim Persik (Foto: Dok. Istimewa)
Kediri -

Sebuah video yang menampilkan diduga oknum Aremania suporter Arema FC melakukan teror petasan ke hotel tempat menginap ofisial dan tim Persik Kediri viral di media sosial.

Arema FC dan Persik Kediri bertanding pada Sabtu (10/1/2026) di Stadion Kanjuruhan. Dalam laga ini, Tim Singo Edan berhasil keluar dengan skor 2-1.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah orang melepaskan kembang api dan petasan yang disebut sebagai hotel tempat menginap para ofisial dan tim Persik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden tersebut terjadi saat para pemain tengah beristirahat guna mempersiapkan diri menghadapi laga penting tersebut di salah satu hotel di Kabupaten Malang.

ADVERTISEMENT

Manajer Persik Kediri, Mochamad Syahid Nur Ichsan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, insiden tersebut terjadi di salah satu hotel di Kabupaten Malang.

Manajer Persik Kediri, Mochamad Syahid Nur IchsanManajer Persik Kediri, Mochamad Syahid Nur Ichsan (Foto: Andhika Dwi/detikJatim)

Saat itu para pemain tengah beristirahat jelang laga. Beruntung saat itu, situasi berhasil dikendalikan dengan cepat oleh pihak keamanan.

"Iya benar, sempat ada yang menyalakan kembang api di sekitar hotel kami menginap, tapi sudah bisa diselesaikan dengan aman oleh pihak keamanan," kata Syahid, Senin (12/1/2026)

Manajemen juga mengapresiasi langkah cepat aparat keamanan dan pihak hotel yang sigap menangani situasi tersebut sehingga tidak berkembang lebih jauh.

Persik Kediri berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, mengingat pentingnya menjaga sportivitas dan keamanan menjelang pertandingan sepak bola, terlebih pada laga besar yang melibatkan rivalitas tinggi seperti Persik Kediri kontra Arema FC.

"Kami menyesalkan hal itu, tapi tetap menyikapinya dengan tenang," tandas Syahid.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads