Liga Tarkam PSSI Banyuwangi yang Sempat Ricuh Tuntas, Ini Juaranya

Liga Tarkam PSSI Banyuwangi yang Sempat Ricuh Tuntas, Ini Juaranya

Eka Rimawati - detikJatim
Minggu, 31 Mei 2026 19:30 WIB
Ketua PSSI Banyuwangi Michael Edy Haryanto saat memberikan tanda kemenangan pada juara Turnamen bola Tarkam Piala PSSI Banyuwangi di Stadion Diponegoro.
Ketua PSSI Banyuwangi Michael Edy Haryanto saat memberikan tanda kemenangan pada juara Turnamen bola Tarkam Piala PSSI Banyuwangi di Stadion Diponegoro. (Foto: Eka Rima/detikJatim)
Banyuwangi -

Persegam Gambiran keluar sebagai juara Turnamen Sepak Bola Tarkam Piala Ketua PSSI Banyuwangi 2026. Gelar itu diraih setelah Persegam mengalahkan Putra Minak Jinggo (PMJ) FC Krikilan melalui adu penalti pada partai final.

Laga final itu dihelat di Stadion Diponegoro, Minggu (31/5/2026). Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga peluit panjang dibunyikan. Pemenang kemudian ditentukan lewat adu penalti dan Persegam unggul dengan skor 5-3.

Ketua PSSI Banyuwangi Michael Edy Hariyanto mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan turnamen yang diikuti sejumlah tim lokal tersebut. Menurutnya, kerja keras panitia mampu membuat kompetisi berjalan hingga tuntas meski sempat diwarnai insiden kericuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, pertandingan sempat terganggu akibat kericuhan yang terjadi sebelum laga Persegam melawan Desi Banteng. Insiden itu membuat lokasi pertandingan dipindahkan dari Lapangan Maron Genteng ke Stadion Diponegoro Banyuwangi.

ADVERTISEMENT

"Kaca mata saya selama ini justru sangat positif, pemain dan suporter saling dukung dan gemuruh saat main. Waktu Persegam lawan Desi Banteng itu sempat ricuh sebelum main terus Kapolsek bilang kalau ricuh tidak saya mainkan. Langsung semua tertib dan diam pertandingan lanjut. Artinya suporter bisa ditata," jelas Michael menyinggung insiden ricuh pada Kamis (28/5/2026) lalu.

Michael menilai turnamen Tarkam menjadi momentum penting untuk menjaga gairah sepak bola Banyuwangi. Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia yang dinilai tetap konsisten menggelar kompetisi meski dengan keterbatasan pendanaan.

"Pada turnamen piala PSSI ini adalah panitia terbaik karena mereka tidak semata mata karena uang. Hidup mereka memang dari penjualan tiket, karena mereka tidak ada yang mendanai. Justru PSSI menyampaikan terimakasih masih ada panitia yang mau bikin kejuaraan Tarkam seperti ini," tegasnya.

Ke depan, Michael berharap PSSI dapat mewadahi talenta-talenta bola Banyuwangi untuk dapat mengikuti pertandingan bergengsi lainnya dan menjaga semangat sportivitas sepak bola Banyuwangi.

"Maka dari itu, dukung terus PSSI untuk menghadirkan pertandingan-pertandingan berkualitas lainnya dan melahirkan pemain bola yang berkualitas pula lewat iklim pertandingan yang sportif," pungkasnya.

Sementara itu, pelatih Persegam Gambiran Hartono mengaku lega timnya mampu meraih gelar juara setelah melalui persaingan ketat selama turnamen berlangsung.

"Lega bisa menang setelah pertarungan selama sebulan ini luar biasa. Harapannya nanti ada suporter, makanya suporter ini harus cerdas dan menjadikan dukungan ini memperkuat persaudaraan bukan malah memecah persaudaraan," jelasnya.

Hartono meminta kepada seluruh pendukung Persegam Gambiran untuk tetap memberikan dukungan moril kepada kesebelasan kesayangan mereka sehingga dapat terus mempertahankan prestasi pada turnamen-turnamen lainnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads