Keberhasilan Slamet Santoso (28), pemuda asal Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, menembus klub sepak bola Liga 5 Polandia mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi menyebut perjalanan Slamet sebagai simbol harapan bagi anak-anak muda yang ingin meraih mimpi melalui olahraga.
Slamet yang sebelumnya berangkat ke Polandia sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) kini resmi menjadi bagian dari klub Sokol Pyrzyce, yang bermarkas di Kota Pyrzyce, Provinsi Pomerania Barat, Polandia.
Kepala Dispora Banyuwangi Dwi Handayani mengatakan, pencapaian Slamet bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan juga bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk menggapai cita-cita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melihat perjalanan Mas Slamet ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi simbol harapan bagi anak-anak muda Banyuwangi yang mungkin hari ini sedang berjuang dari titik paling bawah. Pemerintah daerah tentu berharap kisah seperti ini menjadi energi baru bagi pembinaan olahraga, bahwa mimpi atlet daerah tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan ekonomi atau keterbatasan lainnya," terang Dwi Handayani kepada detikJatim, Senin (8/6/2026).
Menurut Yani, Slamet telah menunjukkan bagaimana olahraga dapat menjadi jalan untuk membuka peluang karier sekaligus memperkenalkan Banyuwangi ke dunia internasional.
"Banyuwangi patut bangga karena talenta daerah ternyata bisa terlihat bahkan di negara lain ketika diberi kesempatan dan tetap konsisten berlatih. Prestasi saudara Slamet Santoso menjadi pengingat bahwa olahraga bisa menjadi bahasa universal yang membuka jalan persaudaraan, karier, bahkan masa depan sekaligus cara dia mengenalkan Banyuwangi pada masyarakat dunia," ungkap Yani lebih lanjut.
"Slamet Santoso telah menunjukkan bahwa anak Banyuwangi mampu bersaing bukan karena keberuntungan, tetapi karena karakter kerja keras dan keberanian mengambil peluang," tambahnya.
Yani berharap kisah Slamet dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Banyuwangi untuk terus berusaha meraih impian di bidang apa pun yang mereka tekuni.
"Kisah saudara Slamet Santoso membuktikan bahwa anak Banyuwangi memiliki semangat dan potensi besar untuk bersaing di tingkat dunia. Ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi tentang perjuangan, harapan, dan keberanian mengejar mimpi," pungkas Yani.
Diketahui, Slamet Santoso merupakan seorang pemuda asal Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi yang telah berhasil masuk ke salah satu klub sepak bola di Kota Pyrzyyce, Provinsi Pomerania Barat, Polandia Barat laut yang berbatasan dengan Jerman.
Bermula dari kecintaannya pada sepak bola, Slamet kerap menonton pertandingan bola di lapangan yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Ia pun kerap melihat pemain bola di klub tersebut tengah berlatih. Suatu hari, Slamet diminta bergabung dalam latihan, sejumlah pemain pun mengaku terkejut dengan gaya bermain bolanya yang terlihat sudah memiliki dasar yang kuat.
"Awalnya saya menonton bola di daerah tempat saya tinggal sehabis liat pertandingan saya ikut bermain bola bersama anak-anak yang ada di stadion setelah itu ada official tim kota ini meminta kontak saya untuk ikut latihan bersama timnya untuk melakukan trial kalau pelatih cocok kamu akan masuk tim kita kata dia begitu," terang Slamet mengisahkan kepada detikJatim, Kamis (4/6/2026).
Setelah menjalani masa latihan selama dua bulan, Slamet akhirnya resmi direkrut sebagai pemain Sokol Pyrzyce dan mulai menjalani pertandingan bersama klub tersebut pada pekan ini.
(auh/abq)