Van Dijk Kritik Aturan Jeda Minum di Piala Dunia 2026

Van Dijk Kritik Aturan Jeda Minum di Piala Dunia 2026

Rossa Izza Amalia - detikJatim
Selasa, 16 Jun 2026 12:30 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Netherlands Training - KC Current Training Facility, Kansas City, Missouri, U.S. - June 11, 2026 Netherlands Virgil van Dijk, Frenkie de Jong, and Wout Weghorst during training IMAGN IMAGES via Reuters/Jay Biggerstaff
Virgil van Dijk/Foto: IMAGN IMAGES via Reuters/JAY BIGGERSTAFF
Surabaya -

Kapten Timnas Belanda, Virgil van Dijk, melontarkan kritik terhadap penerapan aturan hydration breaks yang digunakan pada seluruh pertandingan Piala Dunia 2026. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak selalu diperlukan dan seharusnya disesuaikan dengan kondisi cuaca di masing-masing laga.

Komentar itu disampaikan Van Dijk setelah Belanda bermain imbang 2-2 melawan Jepang pada laga Grup F yang berlangsung di Dallas Stadium, Texas, Senin (15/6/2026).

Dalam pertandingan tersebut, Belanda sempat dua kali memimpin lewat gol Van Dijk dan Crysencio Summerville. Namun, Jepang mampu bangkit melalui Keito Nakamura dan Daichi Kamada sehingga kedua tim harus berbagi satu poin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti laga-laga lain di Piala Dunia 2026, pertandingan Belanda kontra Jepang juga diwarnai hydration breaks. FIFA memang menerapkan jeda minum di setiap pertandingan sebagai langkah antisipasi terhadap cuaca panas yang berpotensi memengaruhi kondisi fisik pemain.

ADVERTISEMENT

Aturan tersebut memberikan kesempatan kepada pemain untuk beristirahat sejenak dan menjaga asupan cairan selama pertandingan berlangsung.

Meski memahami tujuan kebijakan tersebut, Van Dijk menilai penerapannya tidak selalu relevan. Bek Liverpool itu mencontohkan kondisi di Dallas Stadium yang menurutnya tidak terlalu panas karena stadion telah dilengkapi sistem pendingin udara.

Van Dijk juga menyoroti dampak jeda tersebut terhadap ritme pertandingan. Menurutnya, penghentian permainan yang terjadi di setiap laga justru dapat mengurangi kenyamanan penonton yang menyaksikan pertandingan secara langsung maupun melalui siaran televisi.

"Jeda minum agak menarik, karena saya jelas menonton hampir semua pertandingan sampai hari ini, dan setiap kali ada jeda iklan sebentar. Tidak terlalu saya sukai," kata Van Dijk dikutip dari detikSport.

Pemain berusia 34 tahun itu menilai keputusan menerapkan hydration breaks sebaiknya dibuat berdasarkan kondisi cuaca yang dihadapi masing-masing pertandingan, bukan diberlakukan secara menyeluruh.

"Saya pikir bagi penonton netral di TV juga tidak bagus. Jika cuacanya sangat panas, tentu akan bagus untuk menayangkannya. Tapi menurut saya, kita harus melihatnya di setiap pertandingan secara terpisah," ujarnya.

Pernyataan Van Dijk menambah perdebatan mengenai kebijakan FIFA selama Piala Dunia 2026. Di satu sisi, aturan tersebut bertujuan menjaga kesehatan pemain, tetapi di sisi lain dinilai berpotensi mengganggu jalannya pertandingan apabila diterapkan tanpa mempertimbangkan kondisi di lapangan.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads