4 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Termasuk Guide-Porter Masih Diburu

4 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Termasuk Guide-Porter Masih Diburu

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 16 Jun 2026 14:00 WIB
Semeru merupakan salah satu gunung favorit para pendaki di Hari Kemerdekaan RI. Namun sepanjang Kamis (8/8), gunung dengan ketinggian 3.676 mdpl itu mengalami 17 kali letusan.
Gunung Semeru. (Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikJatim)
Malang -

Sebanyak 15 orang nekat melakukan pendakian ilegal ke Gunung Semeru melalui jalur Taman Satriyan, Ampelgading, Kabupaten Malang. Dari belasan orang tersebut, petugas masih memburu empat pendaki lain termasuk porter dan guide atau pemandu.

Sebelumnya, petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) baru berhasil mengamankan 11 pendaki ilegal. Empat orang termasuk guide dan porter saat ini masih buron, dan diburu petugas di dalam kawasan hutan.

Aksi kejar-kejaran dan penyisiran ini bermula saat petugas menggelar patroli intensif di jalur-jalur tikus yang dicurigai menjadi akses pendakian ilegal menuju Gunung Semeru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tepat di kawasan daerah purbakala, Desa Mulyoasri, petugas memergoki rombongan tersebut. Namun, sayangnya, tidak semua anggota rombongan berhasil langsung diamankan di lokasi.

Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha membenarkan dari total 15 orang yang terdeteksi berada di rombongan jalur Taman Satriyan, masih ada empat orang yang licin, dan berhasil menghindar dari sergapan petugas saat penyisiran dilakukan.

ADVERTISEMENT

Dari jumlah tersebut, petugas berhasil mengamankan 11 orang di kawasan daerah purbakala. Sedangkan, empat orang lainnya masih dalam pencarian, termasuk dua orang yang diduga berperan sebagai guide dan satu orang sebagai porter yang diperkirakan masih berada di sekitar kawasan.

"Tim tetap disiagakan untuk melakukan pemantauan dan penelusuran lebih lanjut," kata Rudijanta Tjahja Nugraha saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2026).

Rombongan yang nekat menerobos jalur terlarang di Taman Satriyan itu terdiri atas 12 pendaki, dua orang guide atau pemandu, dan satu orang porter alias pramubarang.

Hingga saat ini, tim gabungan dari TNBTS masih disiagakan penuh di lapangan untuk menyisir keberadaan sisa rombongan, terutama para pemandu lokal dan porter yang diduga kuat menguasai medan pelarian.

TNBTS sendiri menyayangkan keterlibatan oknum guide dan porter lokal yang justru memfasilitasi pendakian ilegal ini. Padahal, status Gunung Semeru saat ini masih ditutup ketat untuk aktivitas pendakian demi keselamatan menyusul tingkat aktivitas vulkaniknya.

Rudijanta menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam, dan bakal menindak tegas siapa saja yang nekat melanggar aturan. Termasuk memproses hukum para pendaki yang sudah tertangkap maupun yang masih dalam pencarian.

Berkas mereka nantinya diserahkan ke Balai Gakkum Kehutanan untuk diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku. Karena aktivitas pendakian menuju area yang ditutup, termasuk menuju puncak Gunung Semeru, merupakan pelanggaran terhadap ketentuan pengelolaan kawasan konservasi dan berpotensi membahayakan keselamatan pelaku.

"Kami tetap mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh peraturan yang berlaku serta tidak melakukan aktivitas pendakian melalui jalur ilegal maupun memasuki kawasan yang sedang ditutup," tegas Rudijanta.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads