Nestapa Warga Wonosari Telanjur Robohkan Masjid Al Huda gegara Prank Donasi

Nestapa Warga Wonosari Telanjur Robohkan Masjid Al Huda gegara Prank Donasi

Tim detikJogja - detikJogja
Selasa, 06 Jan 2026 17:00 WIB
Foto Masjid Al Huda Gunungkidul sebelum dirobohkan: Diunggah Selasa (6/1/2026).
Foto Masjid Al Huda Gunungkidul sebelum dirobohkan: Diunggah Selasa (6/1/2026). Foto: Dok. Budi Antoro
Jogja -

Warga di Gari, Wonosari, Gunungkidul, harus gigit jari usai terbuai iming-iming donasi Rp 1,8 miliar untuk pembangunan masjid. Sebab, janji itu cuma 'prank' belaka padahal masjid sudah telanjur dirobohkan.

Ketua II Takmir Masjid Al-Huda, Budi Antoro, mengungkap pembongkaran masjid ini bermula pada November 2025 lalu. Kala itu ada dua orang dari Gari dan Ngawen menanyakan soal rencana pembangunan masjid. Keduanya bahkan telah menemui sesepuh dan takmir masjid.

"Syaratnya masjid kami harus dibongkar, dan akhirnya dalam waktu dua hari masjid kami bongkar pada bulan November," kata Budi kepada detikJogja, Senin (5/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga pun akhirnya membongkar masjid tersebut. Namun, setelah masjid rata dengan tanah, janji itu tak kunjung ditepati.

ADVERTISEMENT

"Tapi tidak ada sama sekali, tidak ada dana masuk sama sekali setelah pembongkaran itu," ujarnya.

Suasana pembangunan talut dan pondasi cakar ayam Masjid Al Huda, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (6/1/2026).Suasana pembangunan talut dan pondasi cakar ayam Masjid Al Huda, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (6/1/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

Pihaknya pun sempat curiga saat tak diperbolehkan mencari donatur lain. Pihak donatur mengklaim bakal menanggung biaya pembangunan.

"Pada waktu itu kami mau mencari donatur saja tidak boleh, karena 99% sudah dari sana. Sehingga kami tidak punya persiapan apapun," ucap Budi.

Oknum donatur itu pun sempat mendatangkan yayasan untuk survei lokasi. Namun, kala itu kedatangan pihak yayasan hanya untuk survei lokasi.

Setelahnya pengurus Masjid Al Huda menanyakan ke pihak yayasan tentang progres donasi. Namun, pada Desember 2025 mereka mendapat kabar jika pengajuan pembangunan masjid tidak disetujui.

"Kemudian karena kami sudah berkomunikasi langsung dengan yayasan, mereka menyatakan tadinya berminat menjadi donatur tapi mereka tidak bisa memutuskannya sendiri karena harus ada persetujuan dari komisaris dan pengurus lain. Lalu bulan Desember dihubungi kalau pengajuan kita tidak disetujui," ujarnya.

Kini, 320 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 850 jiwa beribadah di musala-musala kecil. Mengingat di Pedukuhan Gari hanya memiliki satu masjid saja.

"Karena posisi masjid sekarang rata dengan tanah," katanya.

Janjikan Donasi Rp 1,8 Miliar

Pengurus Masjid Al Huda pun mengungkap besaran donasi yang dijanjikan donatur tersebut. Disebutkan bantuan yang dijanjikan mencapai miliaran.

"Kalau bantuan yang dijanjikan dua okbum itu pembangunan masjid dari 0 Sampai 99 persen," kata Ketua II Takmir Masjid Al Huda, Budi Antoro kepada wartawan di Gari, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (6/1).

Budi pun mengungkap alasan pihaknya yakin untuk merobohkan bangunan masjid untuk donasi tersebut. Salah satunya soal kesanggupan pihak donatur untuk membiayai seluruh proses pembangunan masjid.

"Bahkan kita mau membuat panitia pembangunan tidak boleh, kita mau buka donasi juga tidak boleh. Alasannya itu katanya mau dicukupi dari sana, dan itu yang membuat kami yakin," ujar Budi.

"Jadi anggaran dan gambar berapapun siap, desain dari kita. Kalau dari kami anggarannya itu Rp 1,8 miliar karena masjidnya ada basemennya," sambungnya.

Kedua oknum itu juga menjanjikan akan ada instansi yang datang membantu merobohkan masjid. Selain itu, salah satu oknum mengajak pengurus hingga panitia pembangunan masjid ke Nglipar.

"Jadi meyakinkannya karena diajak survei di Pringsurat itu juga dan warga jadi optimis. Kita juga percaya rembuk, jadi istilahnya kita tidak ada MoU, perjanjian hitam di atas putih," ucapnya.

Warga Gari pun mantap untuk merobohkan Masjid Al Huda. Warga juga sempat melakukan pengajian sebelum proses perobohan masjid. Belakangan diketahui kedua oknum itu bukan orang dari yayasan dan instansi yang disebut sebelumnya.

"Lalu kita mencari informasi dari pihak-pihak yang bisa kita tembus, ternyata dari instansi dan yayasan tidak tahu masalah untuk merobohkan masjid ini, mereka menyatakan ini bukan orang kita," katanya.

Terlepas dari hal tersebut, Budi mengaku tidak mau memperpanjang masalah dengan dua oknum itu. Sebab, masyarakat Gari memang sudah merencanakan pembangunan masjid sejak lama.

"Kita tidak salah-salahan, saat itu kita butuh dan tiba-tiba ada orang menawari lalu yakin saja," ujarnya.

Halaman 2 dari 2
(ams/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads