Enaknya Tanam Padi di Galon Bekas Kata Pak Dukuh: Tak Perlu Macul

Enaknya Tanam Padi di Galon Bekas Kata Pak Dukuh: Tak Perlu Macul

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Rabu, 01 Jul 2026 15:12 WIB
Penampakan ratusan galon disulap jadi media tanam padi milik Dukuh Ngelorejo, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Susanto.
Penampakan ratusan galon disulap jadi media tanam padi milik Dukuh Ngelorejo, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Susanto. Foto: dok. Dukuh Ngelorejo Susanto
Gunungkidul -

Dukuh Ngelorejo, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Susanto (44) menyebut penanaman padi menggunakan galon memiliki banyak keuntungan. Seperti tidak perlu mencangkul tanah dan lebih hemat biaya.

Susanto mengatakan, penanaman tadi menggunakan media galon sangat menguntungkan. Salah satunya tidak perlu menggarap tanah mulai dari mencangkul hingga membajak.

"Menanam padi pakai galon ini banyak keuntungannya, seperti perawatannya mudah karena tinggal disiram air saja. Nah, yang paling penting tidak perlu macul dan membajak tanah," katanya saat dihubungi detikJogja, Rabu (1/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria yang kerap disapa Santo Mboso ini juga menilai penanaman padi menggunakan galon tidak terlalu memakan banyak biaya. Mengingat Santo tidak perlu membeli lahan pertanian.

ADVERTISEMENT

"Jadi saya punya lahan sekitar 10 m2 dengan estimasi 1.000 galon. Nah dengan kalkulasi misal beli sawah 10 m2 kan Rp 15-20 juta, tapi katakanlah beli galon Rp 2 juta, dan kepepetnya tanah beli Rp 1 juta kan sangat terjangkau itu," ujarnya.

Selain itu, keuntungan menanam padi menggunakan galon bisa Santo pantau langsung. Pasalnya Santo hanya memanfaatkan pekarangan rumahnya sebagai lokasi penanaman padi menggunakan galon bekas.

"Terus bisa dipantau langsung karena kan lokasinya ada di pekarangan. Jadi kalau ada serangan burung pipit bisa langsung digusah (dihalau)," ucapnya.

Santo juga mengungkapkan, bahwa hasil panen dari menanam padi terbilang bagus. Di mana dari hitungannya untuk satu galon berisi tanaman padi bisa menghasilkan gabah sekitar satu ons.

"Hasil panen untuk satu galon, satu galon itu rata-rata satu ons gabah. Jadi tinggal dikalikan saja berapa galon dikali satu ons," katanya.

Meski Santo akui tanaman padi di galon miliknya belum panen semua. Namun kembali lagi, Santo hanya ingin menunjukkan bahwa dengan biaya minim semua orang bisa menanam padi di pekarangan rumah.

"Kalau sekarang belum panen lagi, karena ada yang ditanam tidak bersamaan juga kan. Pokoknya yang penting warga jadi tahu kalau menanam padi atau lainnya tidak perlu biaya tinggi dan bisa dilakukan di rumah," ujarnya.




(apl/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads