Menanti Keputusan Trump soal Intervensi Iran yang Dilanda Demo Besar

Internasional

Menanti Keputusan Trump soal Intervensi Iran yang Dilanda Demo Besar

Novi Christiastuti - detikJogja
Rabu, 14 Jan 2026 17:56 WIB
WASHINGTON, DC - NOVEMBER 21: U.S. President Donald Trump delivers remarks during a meeting with New York City Mayor-elect Zohran Mamdani in the Oval Office of the White House on November 21, 2025 in Washington, DC. Trump congratulated Mamdani on his election win as the two political opponents met to discuss policies for New York City, including affordability, public safety, and immigration enforcement.   Andrew Harnik/Getty Images/AFP (Photo by Andrew Harnik / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Presiden AS Donald Trump. Foto: Getty Images via AFP/ANDREW HARNIK
Jogja -

Dalam dua pekan terakhir, Iran dilanda demo besar-besaran menentang pemerintah yang menewaskan ribuan orang. Kini, perhatian global tertuju kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menanti bentuk intervensi yang dia putuskan.

Diketahui, Trump sudah memberikan peringatan, bahwa Teheran "bakal terkena dampak parah" jika ada demonstran yang tewas. Peringatan itu lantas memicu pertanyaan soal tindakan apa yang bakal diambil Washington, seiring dengan laporan kelompok HAM, HRANA, bahwa lebih dari 2.000 orang tewas dalam unjuk rasa di negara Syiah itu.

Dilansir Al Arabiya seperti dikutip detikNews Rabu (14/1/2026), tim keamanan Trump menggelar pertemuan pada Selasa (13/1) pagi waktu setempat. Mereka membahas situasi di Iran berdasarkan laporan intelijen terbaru di lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertemuan kedua yang melibatkan para pejabat AS yang lebih senior dijadwalkan digelar pada pukul 16.00 waktu Timur (Eastern Times/EST) untuk melihat situasi di Negeri Para Mullah itu. Trump dilaporkan tidak akan hadir dalam briefing tersebut, dengan Wakil Presiden AS JD Vance yang akan memimpin pertemuan.

ADVERTISEMENT

Dalam pernyataan via media sosial Truth Social pada Selasa (13/1) sore, Trump menyerukan kepada para demonstran Iran untuk terus berunjuk rasa dan mendorong mereka untuk "MENGAMBIL ALIH INSTITUSI KALIAN!!!".

Trump juga mengatakan jika "bantuan akan segera datang", dan dirinya membatalkan semua pertemuan yang dijadwalkan dengan para pejabat Iran. Teheran, dalam beberapa hari terakhir, telah menghubungi Washington untuk membangun kembali jalur komunikasi setelah ancaman-ancaman Trump.

"Cari Tahu Sendiri"

Di sela kunjungan ke Michigan pada Selasa (13/1), Trump mendapat pertanyaan dari awak media soal bantuan apa yang mungkin diberikan AS kepada rakyat Iran yang menentang pemerintahannya. Presiden 79 tahun itu menjawab bahwa wartawan "harus mencari tahu sendiri".

Sebelumnya, Trump sudah menyatakan Iran "dalam masalah besar" begitu demonstrasi pecah pada 28 Desember 2025. Ia kemudian mengumumkan tarif 25 persen kepada negara mana pun yang berani berbisnis dengan Iran.

Para pejabat AS mengatakan tidak ada perubahan pada postur kekuatan militer AS di Timur Tengah, meskipun diskusi sedang berlangsung untuk memberikan berbagai opsi kepada Trump.

Di antara pertimbangan utama adalah bagaimana membantu rakyat Iran mendapatkan kembali akses internet, setelah pemerintah memadamkan internet nasional. Starlink milik Elon Musk telah berupaya menyediakan konektivitas internet gratis, meskipun ada upaya Teheran dan Garda Revolusi Iran untuk memblokir layanan tersebut.

Opsi serangan militer juga sedang disiapkan untuk ditinjau oleh Trump, meskipun sejauh ini, dia belum memutuskan apakah atau kapan akan mengambil tindakan tersebut.




(apu/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads