- Bagaimana Cara Sholat Tarawih dan Witir 23 Rakaat?
- Niat Sholat Tarawih dan Witir 23 Rakaat 1. Niat Sholat Tarawih Empat Rakaat Salam 2. Niat Sholat Tarawih Dua Rakaat Salam 3. Niat Sholat Witir Dua Rakaat Salam 4. Niat Sholat Witir Satu Rakaat Salam 5. Niat Sholat Witir Tiga Rakaat Salam
- Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir 23 Rakaat
- FAQ Apa yang dimaksud sholat Tarawih dan Witir 23 rakaat? Surat apa yang dianjurkan saat Tarawih dan Witir? Apakah ada doa khusus setelah Tarawih dan Witir?
Sebagai ibadah yang hanya dapat dijumpai di bulan Ramadan saja, sholat Tarawih biasanya dikerjakan dalam 11 rakaat maupun 23 rakaat. Adapun sholat Tarawih 23 rakaat sudah termasuk sholat Witir 3 rakaat. Sebagai panduan, berikut tata cara sholat Tarawih dan Witir 23 rakaat.
Hukum sholat Tarawih dan Witir di bulan Ramadan adalah sunnah. Kendati begitu, kaum muslim sangat dianjurkan menunaikannya karena penuh dengan keutamaan. Menukil 'Buku Saku Dirasat Islamiyah: Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda' tulisan KH Mahir M Soleh, Lc, dkk., dalil pengerjaan sholat Tarawih salah satunya bersandar pada riwayat dari Aisyah r.a. yang menuturkan Rasulullah SAW pernah bersabda:
عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّى فِيمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلَاةِ الْعِشَاءِ وَهِيَ الَّتِي يَدْعُو النَّاسُ الْعَتَمَةَ إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ [رواه مسلم]
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Dari 'A'isyah, istri Nabi saw, (diriwayatkan bahwa) ia berkata, "Pernah Rasulullah melakukan shalat pada waktu antara setelah selesai Isya yang dikenal orang dengan 'Atamah hingga Subuh sebanyak sebelas rakaat dimana beliau salam pada tiap-tiap dua rakaat, dan beliau shalat witir satu rakaat." (HR. Muslim)
Sementara itu, terdapat riwayat lainnya yang turut menjelaskan tentang dalil mengerjakan sholat Tarawih 20 rakaat yang diikuti dengan Witir 3 rakaat. Sebagaimana diterangkan dalam buku 'Pengantar Studi Aswaja An-Nahdliyah' karya Dr KH Muchotob Hamzah, MM., dkk, yang menyebut sholat Tarawih 20 rakaat mengikuti contoh sahabat Rasulullah SAW, yaitu Umar ibn al-Khattab r.a.
Hal tersebut juga tertuang dalam riwayat hadits lainnya yang menuturkan:
كَانُوا يَقُوْمُوْنَ عَلَى عَهْدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ بِعِشْرِينَ رَكْعَةً
"Mereka melakukan shalat tarawih di bulan ramadhan pada masa Khalifah Umar ibn al-Khatthab RA sebanyak 20 rakaat." (HR. Al-Baihaqi dari Saib bin Yazid RA dalam as-Sunanul Kubra [4801])
Poin Utamanya:
- Tarawih 20 rakaat dikerjakan dengan 2 rakaat 1 salam (umum) atau 4 rakaat 1 salam, bacaannya diambil dari Al-Quran setelah Al-Fatihah.
- Witir 3 rakaat dikerjakan setelah Tarawih, bisa 2 rakaat salam ditambah 1 rakaat salam atau 3 rakaat langsung 1 salam.
- Tata cara sholat Tarawih dan Witir bisa dengan setiap sholat diawali dengan niat Tarawih atau Witir, membaca surat dari Al-Quran setelah Al-Fatihah, lalu diakhiri dengan doa setelah Tarawih dan Witir.
Bagaimana Cara Sholat Tarawih dan Witir 23 Rakaat?
Pengerjaan sholat Tarawih melibatkan gerakan dan doa dalam sholat yang serupa dengan sholat sunnah maupun fardhu lainnya. Hal yang membedakan adalah bacaan niat dan jumlah rakaat.
Dinukil dari 'Buku Pintar Muslim dan Muslimah' karya Rina Ulfatul Hasanah, sholat Tarawih 8 rakaat didukung dengan dalil yang berasal dari sunnah Rasulullah SAW. Sementara itu, sholat Tarawih 20 rakaat bersandar pada apa yang dilakukan oleh Sayyidina Umar bin Khattab r.a.
Adapun pengerjaannya bisa dilakukan dengan cara 2 rakaat salam atau 4 rakaat salam. Untuk pengerjaan 2 rakaat salam, maka terdapat 10 kali salam dalam sholat Tarawih yang dikerjakan. Lain halnya dengan pengerjaan 4 rakaat salam yang mana dikerjakan dalam 5 kali salam dalam sholat Tarawih.
Dijelaskan dalam buku '23 Shalat Sunnah Penjelasan dan Tata Cara Pelaksanaannya' tulisan Arief Rachman Badrudin, setelah membaca Surat Al-Fatihah, bisa dilanjutkan dengan mengamalkan surat-surat pendek di dalam Al-Quran. Dianjurkan membaca Surat At-Takatsur, Al-Lahab, Al-Ikhlas, hingga Al-Qadr.
Untuk memudahkan dalam mengerjakan sholat Tarawih, berikut tata caranya dari awal sampai akhir pengerjaan setiap dua rakat satu kali salam yang diringkas dari buku 'Dirasah Islamiyah Kelas VII: SMP Nurul Huda' tulisan Al Mubdi'u, MPd, dkk:
- Membaca niat sholat Tarawih
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Membaca Surat Al-Fatihah
- Membaca surat pendek dalam Al-Quran
- Rukuk
- I'tidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri untuk mengerjakan rakaat yang kedua
- Membaca kembali Surat Al-Fatihah
- Diiringi dengan surat pendek dalam Al-Quran
- Rukuk
- I'tidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Tasyahud atau tahiyat akhir
- Salam
Tata cara sholat Witir juga sama seperti sholat Tarawih tadi. Apabila dikerjakan dalam 3 rakaat, maka bisa menunaikan 2 rakaat salam dan 1 rakaat salam atau 3 rakaat salam sekaligus. Kalau tadi sudah diuraikan sholat 2 rakaat salam, berikut sholat 1 rakaat salam untuk sholat Witir:
- Membaca niat sholat Witir
- Takbiratul ihram
- Membaca Surat Al-Fatihah
- Membaca surat pendek dalam Al-Quran
- Rukuk
- I'tidal
- Sujud
- Tasyahud atau tahiyat akhir
- Salam
Begitu juga dengan pengerjaan sholat Witir 3 rakaat salam yang bisa disesuaikan dengan tata cara tadi. Mengingat satu kali salam, maka setelah sujud ketiga bisa langsung tasyahud atau tahiyat akhir. Baru diakhiri dengan salam.
Niat Sholat Tarawih dan Witir 23 Rakaat
Sama halnya dengan sholat Tarawih dan Witir 11 rakaat, pengerjaan sholat Tarawih 20 rakaat ditambah Witir 3 rakaat juga mesti diawali dengan bacaan niat terlebih dahulu. Sebagaimana tadi sudah disebutkan, menunaikan sholat Tarawih bisa dilakukan dengan setiap dua rakaat salam atau empat rakaat salam.
Sementara itu, sholat Witir 3 rakaat dengan cara dua rakaat salam dan satu rakaat salam atau ada juga yang mengerjakannya dalam tiga rakaat salam. Dihimpun dari buku 'Dikejar Rezeki Karena Shalat Malam' karya Didik Andriawan, SThI, 'Ternyata Shalat & Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan' tulisan Ceceng Salamudin, MAg, 'Buku Saku Dirasat Islamiyah: Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda', berikut bacaan niatnya lengkap.
1. Niat Sholat Tarawih Empat Rakaat Salam
أَصَلَّى سُنَةَ التَّرَاوِيحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ إِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunatat taraawiihi arba'a raka'aatim imaman/ma'muuman lillaahi ta'aala.
Artinya: "Saya berniat shalat Tarawih empat rakaat menjadi imam/makmum karena Allah Ta'ala."
2. Niat Sholat Tarawih Dua Rakaat Salam
أصَلَّى سُنَةَ التَرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا / مَأْمُوْمًاا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunatat taraawiihi rak'ataini imaman/ma'muuman lillaahi ta'aala.
Artinya: "Saya berniat shalat Tarawih dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta'aala."
3. Niat Sholat Witir Dua Rakaat Salam
أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal witri rak'ataini imaman/ma'muuman lillahi ta'ala
Artinya: "Saya berniat shalat witir dua rakaat menjadi imam/makmum karena Allah Ta'ala"
4. Niat Sholat Witir Satu Rakaat Salam
أُصَلَّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal Witri rak'atan mustaqbilal qiblati ada'an imāman/ma'muuman lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku menyengaja shalat sunnah witir satu rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam/makmum karena Allah SWT."
5. Niat Sholat Witir Tiga Rakaat Salam
أَصَلَّى سُنَةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ إِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunatal witri tsalaatsa raka'aatim imamam/ma'muuman lillaahi ta'aala.
Artinya: "Saya berniat shalat Witir tiga rakaat menjadi imam/makmum karena Allah Ta'ala."
Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir 23 Rakaat
Sebelum mengakhiri sholat Tarawih dan Witir, ada baiknya diisi terlebih dahulu dengan berdoa. Ada bacaan doa yang bisa dilafalkan oleh kaum muslim sebagai amalan untuk mengakhiri ibadah sunnah di bulan Ramadan, yaitu sholat Tarawih dan Witir.
Untuk doa setelah sholat Tarawih, berikut bacaan lengkapnya yang diringkas dari buku 'Panduan Ibadah Salat Wajib dan Sunah Terlengkap' karya H Ahmad Zacky, SAg, MA:
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيمَانِ كَامِلِينَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِينَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِينَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِينَ وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسَكِينَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِينَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِينَ، وَفِي الْآخِرَةِ رَاغِبِينَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِينَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِينَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِينَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِينَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنِ، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِينَ وَمِنَ النَّارِ نَاجِينَ، وَعَلَى سَرِيرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِينَ، وَبِحُوْرِعِيْنِ مُتَزَوَجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِينَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِينَ بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصَّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا . ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ عَلِيمًا
Allaahumaj'alnaa bil iimaani kaamiliin. Wa lil faraaidhi muaddiin. Wa 'alash shalawaati muhaafidziin. Wa lizzakaati faa'iliin. Wa limaa 'indaka thaalibiin. Wa li'afwika raajiin. Wa bilhudaa mutamassikiin. Wa 'anil laghwi mu'ridhiin. Wa fid-dunyaa zaahidiin. Wa fil aakhirati raaghibiin. Wa bilqadhaa-i raadhiin. Wa bin na'maa-i syaakiriin. Wa 'alal balaa-i shaabiriin. Wa tahta liwaa-i sayyidina muhammadin shallallaahu 'alaihi wasallama yaumal qiyaamati saa-iriin. Wa 'alal haudhi waaridiin. Wa fil jannati daakhiliin. Wa 'alaa sariiratil karaamati qaa'idiin. Wa bihuurin 'iin mutazawwijiin. Wa min sundusin wa istabraqin wa diibaajin mutalabbisiin. Wa min tha'aamil jannati aakiliin. wa min labanin wa 'asalin mushaffaini syaaribiin. Bi akwaabin wa abaariqa wa ka'sin min ma'iin. Ma'alladziina an'amta 'alaihim minan nabiyyiin, washshidiqiin, wasysyuhadaa-i washshaalihiin, wa hasuna ulaaika rafiiqaa, dzaalikal fadhlu minallaahi wakafaa billaahi 'aliimin.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara salat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang rida dengan qada-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang salih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."
Sementara itu, ada juga bacaan doa sholat setelah Witir yang bisa diamalkan oleh kaum muslim. Masih menukil dari buku 'Dikejar Rezeki Karena Shalat Malam', setelah sholat Witir bisa membaca doa:
سُبْحَانَ الْمَلِكُ القُدُّوسُ سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ.
Subhanal malikil quddus subbuhun quddusun rabbuna wa rabbul mala-ikati warruh.
Artinya: "Mahasuci Engkau penguasa yang memiliki kesucian. Mahasuci Engkau Zat yang memiliki kesucian, Tuhan kami dan Tuhannya para malaikat serta roh."
Kemudian dilanjutkan dengan bacaan doa yang disunnahkan dan telah tertuang dalam riwayat hadits. Diriwayatkan dari penuturan Ali r.a., Rasulullah SAW pernah bersabda:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
Allahumma innii a-'uudzu bi ridhaa-ka min sakhatik, wa bi mu'aafatika min 'uquubatik, wa a-'uudzu bika min-ka, laa uh-shii tsa-naa-an 'alaika anta, kamaa ats-naita 'alaa nafsik
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemur-kaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri."
Itulah tadi mengenai tata cara sholat Tarawih dan Witir 23 rakaat beserta bacaan niat dan juga doa setelahnya.
FAQ
Apa yang dimaksud sholat Tarawih dan Witir 23 rakaat?
Sholat ini terdiri dari 20 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadan. Praktik 20 rakaat Tarawih dikenal sejak masa Umar bin Khattab r.a., sementara Witir menjadi penutup sholat malam.
Surat apa yang dianjurkan saat Tarawih dan Witir?
Setelah membaca Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat-surat pendek dalam Al-Quran. Banyak imam membaca surat seperti At-Takatsur, Al-Ikhlas, Al-Lahab, atau Al-Qadr, namun pada dasarnya boleh membaca surat apa saja yang dihafal.
Apakah ada doa khusus setelah Tarawih dan Witir?
Ada doa yang biasa dibaca setelah Tarawih, berisi permohonan agar diberi iman yang sempurna dan keteguhan ibadah. Setelah Witir, dianjurkan membaca, "Subhanal Malikil Quddus" (dibaca tiga kali), kemudian dilanjutkan doa perlindungan sebagaimana yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib r.a. Doa-doa ini bersifat sunnah dan boleh dibaca sesuai kemampuan masing-masing.
(sto/apu)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Sebut Pelapor Dirinya ke Polisi Lagi Caper ke Presiden
Dituduh Dekat dengan PDIP, Eks BEM UGM Tiyo: Yang Menuding yang Harus Buktikan