Dalam praktik ibadah sehari-hari, tidak sedikit umat Islam yang menghadapi kondisi terlewatnya waktu sholat Fardhu karena pelbagai penyebab. Salah satu yang kerap terlewatkan adalah sholat Maghrib.
Situasi ini selanjutnya memunculkan pertanyaan di banyak benak umat Islam terkait bagaimana tata cara qadha sholat Maghrib setelah masuk Isya. Tak ketinggalan, hukumnya menurut syariat Islam juga. Bagi yang mengikuti pendapat pelafalan sunnah, bacaannya pun mengundang tanda tanya.
Memahami aturan qadha sholat menjadi hal yang krusial agar ibadah tetap dinilai sah dan sesuai tuntunan sehingga tidak sia-sia. Langsung saja, simak penjelasan lengkap mengenai hukum qadha sholat Maghrib ketika sudah masuk Isya di bawah ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Qadha?
Dikutip dari laman NU Online, Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji 'ala Madzhabi Imam al-Syafi'i juz I, hal 110 menjelaskan bahwa qadha dalam sholat dimengerti sebagai sholat yang dilaksanakan di luar waktu sholatnya.
Selain itu, qadha dalam sholat terbagi menjadi dua menurut niatnya, yaitu sholat yang ditinggalkan secara tidak sengaja (udzur) seperti karena lupa atau tidur, dan sholat yang ditinggalkan dengan sengaja dan secara sadar.
Hukum Qadha Sholat Menurut Islam
Sebagian besar ulama sepakat bahwa seseorang yang meninggalkan sholat maka diharuskan untuk meng-qadha-nya, baik karena meninggalkan sholat secara sengaja atau tidak.
Selanjutnya, bagi umat Islam yang meninggalkan sholat karena udzur, maka tidak wajib untuk segera menunaikan qadha. Sementara itu, bagi umat Islam yang meninggalkan dengan sengaja dan sadar, maka diwajibkan untuk segera melaksanakan qadhanya.
Dengan demikian, sengaja atau tidak, sholat yang telah ditinggalkan harus diganti alias di-qadha. Sebab, tidak ada cara yang dapat mengganti sholat, melainkan dengan menunaikan sholat itu sendiri. Hal ini sebagaimana termaktub dalam hadits riwayat Imam Bukhari No 572 yang berbunyi:
من نام عن صلاة أو نسيها فليصلها إذا ذكرها، لا كفارة لها إلا ذلك
Artinya: "Barangsiapa meninggalkan sholat karena tertidur atau lupa, maka laksanakanlah sholat saat ia ingat. Tidak ada denda kecuali hal tersebut."
Cara Qadha Sholat Magrib Setelah Masuk Isya
Disadur dari detikHikmah, tata cara qadha sholat Maghrib sama seperti menunaikan sholat fardhu lainnya. Karena itu, dalam konteks meng-qadha sholat Magrib, maka dilakukan selayaknya sholat Magrib dalam sholat fardhu yakni sebanyak tiga rakaat.
Adapun terkait urutan waktu pelaksanaanya, tidak ada ketentuan khusus yang mengaturnya. Dengan demikian, untuk meng-qadha sholat Maghrib maka dapat diawali dengan sholat Maghrib terlebih dulu maupun sholat Isya terlebih dulu.
Sebagai panduan detikers dalam menunaikan qadha Maghrib yang sudah memasuki waktu Isya, berikut uraian tata caranya:
- Membaca niat qadha Maghrib
- Takbiratul ihram
- Membaca doa Iftitah
- Membaca surah Al-Fatihah
- Membaca surah pendek dalam Al-Qur'an
- Rukuk
- Iktidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Bangun untuk melakukan rakaat kedua dengan tata cara seperti rakaat sebelumnya sampai sujud kedua
- Tasyahud awal
- Berdiri untuk mengerjakan rakaat ketiga dengan cara seperti sebelumnya sampai sujud kedua
- Tasyahud akhir
- Salam
Niat Qadha Sholat Maghrib Setelah Masuk Isya
Pertama-tama, perlu dicatat bahwasanya ada dua pendapat mengenai niat sholat. Pendapat pertama menyebut niat tidak perlu dibaca, cukup ada di hati. Sementara itu, kedua menyebut kesunnahan melafalkan niat.
Bagi detikers yang mengikuti pendapat kedua, begini bacaan niat qadha sholat Maghrib pada waktu Isya:
أصلي فرض المغرب قضاء الله تعالى
Latinnya: Usholli fardhol maghribi qodho'an lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Maghrib qodho karena Allah Ta'ala."
Jadi, itulah penjelasan serta tata cara lengkap untuk menunaikan qadha Maghrib setelah memasuki waktu Isya. Semoga membantu, detikers!
Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
(num/alg)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Sederet Jawaban Tiyo Ardiyanto soal Tudingan Aliansi BEM Bersatu