Manajer PSIM Razzi Taruna Mundur Usai Laskar Mataram Kalah 0-1 dari Persita

Manajer PSIM Razzi Taruna Mundur Usai Laskar Mataram Kalah 0-1 dari Persita

Adji G Rinepta - detikJogja
Jumat, 01 Mei 2026 12:31 WIB
Manajer PSIM, Razzi Taruna di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (18/8/2025).
Manajer PSIM, Razzi Taruna di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (18/8/2025). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

Kabar mengejutkan datang dari manajemen PSIM Jogja. Sang Manajer, Razzi Taruna mengumumkan mundur dari jabatannya. Mundurnya Razzi diumumkan hanya beberapa jam usai PSIM kalah 0-1 dari Persita Tangerang Kamis (30/4/2026).

Di laga yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul itu, Laskar Mataram harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor tipis 0-1. Setelah laga, Razzi mengumumkan kabar yang mengejutkan itu melalui akun Instagram pribadinya.

Dalam pengumuman mundurnya dari Manajer PSIM, Razzi menuliskan pesan yang cukup panjang dan menyentuh. Dimulai dari momen bergabungnya Razzi ke klub kebanggaan warga Jogja itu tiga tahun silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mulai dari juara liga 2/Kembali promosi ke liga 1 setelah 18 tahun penantian, dan sedikit lagi memastikan untuk bertahan di Super League di tahun pertama PSIM kembali di kasta tertinggi," tulis Razzi di akun Instagram pribadinya dilihat detikJogja, Jumat (1/5/2026).

ADVERTISEMENT

Razzi pun menuliskan pesan untuk para supporter setia PSIM, Brajamusti, The Maident, dan seluruh pecinta PSIM. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sambutan dan kepercayaan selama ia menjadi manajer. Razzi juga meminta maaf atas kekurangan dan kesalahan yang ia perbuat.

"Percayalah, di atas semua ketidaksempurnaan itu, saya selalu perjuangkan, mati-matian dan kedepankan PSIM diatas segalanya. Atas pertimbangan yang sangat berat dan matang, saya memutuskan untuk menyudahi kebersamaan saya dengan PSIM untuk mencari tantangan yang baru, untuk karir profesional dan pribadi saya," ujar Razzi.

Razzi juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada CEO PSIM Jogja Yuliana Tasno atas kepercayaan yang diberikan untuk jadi manajer saat usianya terbilang cukup muda, 22 tahun. Ia juga berterima kasih kepada seluruh manajemen, pemain, pelatih, dan official atas kerjasamanya selama ia jadi manajer.

"Pesan terakhir saya, untuk semua elemen yang ada di dalam klub, atau pun yang akan datang, jangan pernah sekalipun khianati PSIM. Karena cinta mereka sangat amat besar, dan mereka tidak akan pernah sekalipun meninggalkan kebanggaannya," pesannya.

"Sekian dari saya, saya pamit undur diri. Saya akan selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk PSIM," tutup Razzi.

Dimintai tanggapan mengenai mundurnya Razzi, CEO PSIM Jogja, Yuliana Tasno atau akrab disapa Liana, memberikan pesan menyentuh dan pandangannya terhadap sosok Razzi.

"Bagaimanapun Razzi adalah adik saya, saya menghormati keputusan pribadi Razzi dan ingin Razzi selalu ingat bahwa saya sayang dia dan selalu ingin melihat dia baik dan happy," ujar Liana saat dihubungi detikJogja, Jumat (1/5).

Hingga berita ini ditulis, manajemen PSIM belum memberikan statemen resmi soal mundurnya Razzi sebagai manajer. Termasuk sosok yang ditunjuk untuk menggantikan posisinya.






(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads