Pencarian 3 korban tenggelamnya kapal pinisi Putri Sakinah di Labuah Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berlangsung. Tim SAR mengerahkan drone bawah laut dan drone thermal untuk pencarian. Proses terkendala cuaca buruk dan arus laut yang deras.
Dilansir detikBali, awalnya 4 korban hilang dalam kejadian ini, yakni Martin Carerras (pelatih Tim B sepakbola Wanita Valencia FC) dan ketiga anaknya. Namun salah satu anak akhirnya ditemukan dan teridentifikasi pada Senin (29/12). Kapal Putri Sakinah sendiri tenggelam pada Jumat (26/12) malam.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, menjelaskan drone thermal digunakan untuk mendeteksi panas tubuh manusia. Namun, baik drone thermal maupun drone bawah laut belum dapat dioperasikan selama cuaca masih buruk dan arus laut masih deras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami pun menerbangkan drone thermal untuk melaksanakan pemantauan udara dikarenakan cuaca masih tidak memungkinkan drone thermal kita tahan untuk tidak kita terbangkan. ... Karena kita melihat arusnya cukup deras makanya (drone bawah laut) belum berani untuk kita turunkan," jelas Fathur.
Keluarga Minta Privasi Dihormati
Diketahui sebelumnya, kapal Putri Sakinah mengangkut total 11 orang. Enam di antaranya merupakan satu keluarga asal Spanyol. Yakni Martin Carerras, Mar Martinez Ortuno (istri), dan keempat anak mereka.
Mar bersama anak bungsunya, Ortuno Andrea, selamat saat kejadian karena sedang berada di kabin atas. Sementara Martin dan tiga anak lainnya berada di kabin bawah dan tidak ditemukan ketika kapal semakin tenggelam.
Alvaro Ortunoripoll, kakak kandung dari Mar Martinez, datang langsung dari Spanyol ke Labuan Bajo untuk mendampingi saudarinya. Mewakili pihak keluarga, ia meminta doa dari masyarakat untuk seluruh korban sekaligus memohon agar privasi mereka dihormati.
"Kami memohon doa Anda untuk mereka semua dan, jika memungkinkan, meminta agar identitas mereka dirahasiakan. Di saat-saat duka yang tak terlukiskan ini, kami meminta Anda untuk menghormati privasi keluarga kami," ujar Alvaro.
Pemerintah Larang Kapal Wisata Berlayar Saat Cuaca Buruk
Sementara itu, setelah kejadian tenggelamnya Putri Sakinah, kapal lain bernama Dewi Anjani juga tenggelam pada Senin (29/12) pagi. Mengingat kejadian tenggelamnya kapal yang bertubi-tubi ini, pemerintah pun melarang kapal wisata di Labuan Bajo berlayar saat cuaca ekstrem.
"Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas terjadinya kecelakaan kapal wisata jenis pinisi di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, yang mengakibatkan empat wisatawan asal Spanyol hingga saat ini masih dalam proses pencarian," kata Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati dalam keterangannya dikutip detikNews, Selasa (30/12/2025).
Ni Luh mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan Kemenhub, Basarnas hingga pemerintah daerah (Pemda) terkait. Pemerintah melarang seluruh perjalanan kapal wisata di Labuan Bajo pada 26 Desember 2025 sampai 1 Januari 2026 menindaklanjuti peringatan cuaca dari BMKG.
Baca selengkapnya di sini.
(des/des)
