Sejumlah sekolah di Singapura akan menerapkan larangan penggunaan ponsel atau handphone selama jam sekolah. Ponsel yang dibawa siswa harus disimpan dalam loker khusus yang disebut 'handphone hotels'.
Dilansir detikEdu, Ministry of Education (MOE) atau Kementerian Pendidikan Singapura mengatakan ada hampir 10 sekolah yang berencana memberlakukan aturan ini mulai 2026. Sebelumnya, aturan ini hanya berlaku saat jam pelajaran. Kini sekolah akan melarang penggunaan ponsel sepanjang hari di sekolah, termasuk saat jam istirahat dan ekstrakurikuler.
Salah satu sekolah yang menerapkan pembatasan HP, Springfield Secondary School, menjelaskan kebijakan ini berangkat dari kebiasaan siswa yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan ponsel mereka, terutama setelah pandemi pada 2023. Langkah ini awalnya mendapat penolakan dari siswa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada banyak keluhan dari siswa ketika kami mengumumkannya, tetapi mereka memahami alasannya," jelas Kepala Springfield Secondary School, Eleanor Chia.
Sekolah ini termasuk salah satu yang paling berhasil menerapkan pengendalian penggunaan ponsel. Mereka menggunakan loker khusus yang disebut 'handphone hotels' tersebut selama dua tahun terakhir.
Kini hasilnya mulai terlihat. Guru mencermati bahwa fokus siswa selama pelajaran berangsur-angsur meningkat. Begitu juga dengan interaksi sosial antarsiswa di sekolah.
"Pada awal 2023, jika Anda pergi ke kantin, Anda akan melihat semua orang menundukkan kepala, mata tertuju pada perangkat mereka. Sekarang... semua orang mengobrol, membicarakan hari mereka," lanjut Eleanor Chia.
MOE mengungkapkan tak semua sekolah menggunakan sistem loker. Ada juga yang hanya mengimbau siswa untuk menyimpan ponsel selama jam sekolah. Meski demikian, sistem loker tampaknya diminati karena cukup efektif. Pemasok perabot kantor, Wide-Links, mengatakan permintaan loker meningkat pada 2025.
Aturan tersebut kini juga disambut baik oleh orang tua. Salah satu wali murid, Agnes Monica, mengatakan orang tua tak perlu khawatir meski anaknya tidak memegang ponsel selama di sekolah. Sebab, sekolah sudah menyediakan hotline agar orang tua dapat menghubungi anak dalam keadaan darurat.
"Jeda seharusnya saat untuk bersosialisasi dengan teman dan melepas penat dari gadget. Ini momen singkat untuk bernapas," kata Agnes.
Baca selengkapnya di sini.
(des/des)
