Pengadaan mobil dinas untuk Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud senilai Rp 8,5 miliar menuai sorotan publik. Akademisi Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Herdiansyah Hamzah menilai kebijakan tersebut mencerminkan watak dari pejabat.
Herdiansyah, yang akrab disapa Castro, mengatakan kritik publik terhadap rencana pengadaan kendaraan dinas tersebut tentu beralasan. Hal ini dianggap serius karena terkait skala prioritas dan empati terhadap kebutuhan masyarakat.
"Yang paling utama sebenarnya soal prioritas. Gubernur gagal melihat skala prioritas, apakah mobil dinas yang didahulukan atau sektor publik seperti kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan masyarakat lainnya," kata dosen Tata Negara tersebut kepada detikKalimantan, Senin (23/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Castro, sektor pendidikan dan kesehatan seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah daerah dibanding pengadaan fasilitas dengan nilai anggaran yang dinilai fantastis. Ia menilai keputusan tersebut juga mencerminkan kekeliruan dalam memandang kebutuhan mendesak masyarakat.
"Pemilihan prioritas mobil dinas itu mencerminkan bagaimana watak dan karakter kepemimpinan yang tidak menomorsatukan kebutuhan publik," katanya.
Selain soal prioritas, ia juga menyoroti aspek empati pemerintah terhadap kondisi sosial masyarakat yang masih menghadapi persoalan ekonomi.
"Di satu sisi anggaran digunakan untuk fasilitas gubernur, sementara di sisi lain masih banyak masyarakat yang berada di garis kemiskinan dan membutuhkan bantuan nyata dari pemerintah," ucapnya.
Castro juga mengkritik komitmen efisiensi yang selama ini disampaikan pemerintah daerah. Menurutnya, wacana efisiensi akan sulit dipercaya jika tidak diikuti dengan contoh nyata dari pimpinan daerah.
"Gubernur juga saya kira mulutnya sudah berbusa-busa bicara soal efisiensi ternyata cuma sekedar gimik kan. Kenapa saya bilang cuma sekedar gimik? Ya di mana-mana ngomong efisiensi, di tempat ini, di tempat itu, berbusa-busa mulut ngomong efisiensi tapi ternyata faktanya ya gubernur sendiri tidak bisa memberikan contoh yang baik bagaimana skala prioritas bicara soal efisiensi itu," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni mengatakan pengadaan mobil dinas itu telah melalui pertimbangan matang berdasarkan kebutuhan kedinasan dan efektivitas kerja kepala daerah dalam melayani masyarakat. Menurutnya, kendaraan operasional tersebut bukan sekadar fasilitas mewah, melainkan sarana vital untuk menjangkau wilayah dengan karakteristik geografis ekstrem di Kaltim.
"Pak Gubernur berkomitmen untuk memantau langsung setiap permasalahan di pelosok. Contohnya saat kunjungan ke Bongan, beliau ingin melihat sendiri kondisi jalan yang dikeluhkan warga. Untuk mencapai titik-titik krusial dengan medan seberat itu dibutuhkan kendaraan yang andal dan representatif," ujar Sri dikutip Antara.
Simak Video "Video Gubernur Kaltim Didemo, Golkar Ingatkan Kadernya Peka"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
