743 Siswa-50 Guru di Kubu Raya Kembalikan MBG, Sebut Menu Tak Penuhi Gizi

743 Siswa-50 Guru di Kubu Raya Kembalikan MBG, Sebut Menu Tak Penuhi Gizi

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Selasa, 24 Feb 2026 15:45 WIB
Penolakan MBG di SMAN 1 Rasau Jaya, Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Penolakan MBG di SMAN 1 Rasau Jaya, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Foto: Dok. Istimewa
Kubu Raya -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai penolakan. Kali ini, ratusan siswa dan guru di SMA Negeri 1 Rasau Jaya, Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) menolak paket MBG yang didistribusikan pada Selasa (24/2/2026).

Penolakan dilakukan karena menu yang diterima dinilai tidak sesuai dari segi pemenuhan gizi maupun kelayakan anggaran. Salah satu guru bernama Vivi Awalia mengatakan baik guru maupun siswa sepakat tidak menerima paket makanan tersebut.

"Karena menurut kami menu yang diberikan tidak sesuai, baik dari segi budget maupun pemenuhan gizinya. Bukan hanya guru yang menolak, anak-anak juga menolak," ujar Vivi saat dikonfirmasi detikKalimantan, Selasa (24/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total penerima manfaat di sekolah tersebut tercatat sebanyak 743 siswa dan 50 guru. Namun, seluruhnya memilih menolak menu yang dibagikan pada hari itu. Menu yang diterima untuk jatah dua hari yakni setengah tongkol jagung, lima butir kurma, tiga buah kelengkeng, satu buah jeruk, satu kue pisang cokelat (piscok), serta satu bolu kukus.

"Itu untuk menu dua hari. Wajar jika kami menolak," tegasnya.

Vivi menegaskan bahwa pengembalian menu MBG tersebut bukan bermaksud menolak program pemerintah. Menurutnya, penolakan ini merupakan masukan agar menjadi bahan evaluasi MBG ke depan.

"Penolakan kami bermaksud agar jadi bahan evaluasi dan ada perubahan yang lebih baik," katanya.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola MBG di Kubu Raya terkait penolakan tersebut. Sementara Kepala Program MBG Region Kalbar Agus Kurniawi menjelaskan bahwa menu MBG selama bulan Ramadan memang berbeda dengan hari biasa.

Menurutnya, sesuai SOP pelaksanaan MBG di bulan Ramadan, menu yang dibagikan berupa makanan kering seperti telur, buah, roti, kurma, atau makanan khas lokal lainnya.

"Menu Ramadan itu memang menu kering. Tidak dianjurkan menggunakan makanan yang cepat basi dan bercita rasa pedas," katanya.

Agus menegaskan menu tetap harus memenuhi kaidah gizi seimbang dan menerapkan SOP keamanan pangan, termasuk pengecekan masa kedaluwarsa serta izin produk seperti Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Agus juga menekankan bahwa makanan kemasan pabrikan ultra-processed food (UPF) tidak dijadikan menu utama di SPPG.

"Yang kita hindari itu produk ultra-processed food yang dijadikan menu utama. Prinsipnya tetap gizi seimbang dan aman dikonsumsi saat berbuka," ujarnya.

Untuk mekanisme distribusi, makanan dibagikan pada pagi hari dan dibawa pulang oleh siswa untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

"Karena siswa berpuasa, maka pendistribusian dilakukan pagi hari agar bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka," jelasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Ratusan Siswa-Guru di Tulung Klaten Diduga Keracunan MBG Sop Galantin"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 



Hide Ads